+62 811-1300-9840
Kejang Demam pada Anak: Apa yang Perlu Diketahui Orang Tua
Oleh: Tim CI RS Premier Jatinegara

1. Apa Itu Kejang Demam?
Kejang demam adalah kondisi ketika anak mengalami kejang yang dipicu oleh kenaikan suhu tubuh secara cepat, biasanya saat demam mencapai suhu di atas 38°C. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, dan meski terlihat menakutkan bagi orang tua, sebagian besar kejang demam tidak berbahaya dan berlangsung singkat.
Kejang terjadi akibat sistem saraf anak yang masih dalam tahap perkembangan. Saat suhu tubuh naik mendadak, otak anak dapat merespons secara berlebihan hingga menimbulkan kejang. Meskipun begitu, penting bagi orang tua untuk mengetahui tanda bahaya dan cara memberikan pertolongan pertama dengan benar agar anak tetap aman.

2. Siapa yang Berisiko Mengalami Kejang Demam?
Kejang demam dapat dialami oleh siapa saja, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya:
Anak yang sedang mengalami demam tinggi (lebih dari 38°C).
Usia 6 bulan hingga 5 tahun, terutama pada rentang usia 12–18 bulan.
Anak dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami kejang demam.
Infeksi virus atau bakteri tertentu yang menyebabkan demam tinggi secara mendadak.
Kelelahan atau kurang cairan saat anak demam juga bisa memperburuk kondisi.
Walaupun sebagian besar anak akan pulih tanpa masalah serius, orang tua perlu memahami tanda-tandanya sejak awal untuk mencegah risiko komplikasi.
3. Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Mengalami Kejang?
Ketika anak tiba-tiba mengalami kejang, wajar jika orang tua merasa panik. Namun, langkah yang paling penting adalah tetap tenang dan tanggap.
Berikut panduan yang bisa dilakukan di rumah:
Tetap tenang dan jangan panik.
Jauhkan benda keras atau tajam dari sekitar anak agar tidak melukai diri.
Baringkan anak dalam posisi miring untuk menjaga jalan napas tetap terbuka.
Longgarkan pakaian anak, terutama di bagian leher.
Jangan mencoba menahan gerakan anak atau memasukkan benda apa pun ke mulutnya.
Bila memungkinkan, videokan kejang untuk membantu dokter menilai jenis dan durasi kejang.
Catat berapa lama anak kejang.
Setelah kejang berhenti, bawa anak ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

4. Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kejang demam bersifat ringan, ada situasi yang memerlukan perhatian medis segera.
Bawa anak ke rumah sakit bila:
Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
Anak tampak sulit bernapas, kulit membiru, atau tidak sadar setelah kejang berhenti.
Kejang terjadi berulang dalam waktu singkat.
Anak mengalami demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas.
Kejang disertai tanda-tanda infeksi berat seperti leher kaku, ruam, atau muntah hebat.
Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab demam dan memastikan tidak ada kondisi lain seperti infeksi otak atau gangguan saraf.
5. Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua untuk Mencegah Kejang Demam Berulang?
Walau tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, beberapa langkah sederhana dapat membantu menurunkan risiko:
Berikan obat penurun panas (parasetamol atau ibuprofen) saat suhu tubuh anak mulai naik.
Pastikan anak minum cukup cairan dan beristirahat.
Hindari membedong anak terlalu rapat saat demam.
Awasi suhu tubuh anak secara berkala dengan termometer.
Jika anak memiliki riwayat kejang demam, diskusikan dengan dokter untuk rencana penanganan di rumah.
Jangan panik saat anak mengalami kejang demam.
Tetap tenang, lakukan pertolongan pertama dengan benar, dan segera bawa anak ke RS Premier Jatinegara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tim medis kami siap membantu dengan penanganan yang cepat, aman, dan penuh kepedulian.
RS Premier Jatinegara - Right Here for You.