Dampak dan Cara Melindungi Pernapasan dari Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

27 Agustus 2026 4 min read

Oleh: dr. Anggie Indari, Sp.P - Dokter Spesialis Paru RS Premier Jatinegara

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan. Partikel halus dan berbagai zat pencemar yang terkandung di dalam asap, dapat terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan.
Pajanan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan. Mulai dari iritasi dan batuk hingga memperburuk penyakit pernapasan yang sudah dimiliki. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dampaknya serta melakukan langkah perlindungan yang tepat.

Apa yang Terkandung Dalam Kabut Asap?

Kabut asap merupakan campuran berbagai gas dan partikel berukuran sangat kecil. Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah particulate matter 2.5 atau PM2.5, yaitu partikel dengan diameter kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer.

Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan PM2.5 dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam paru. Semakin tinggi konsentrasi PM2.5 dan semakin lama seseorang terpajan, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan.

Dampak Kabut Asap Terhadap Pernapasan

Pajanan kabut asap dapat menimbulkan berbagai keluhan pada saluran napas, diantaranya :

  • Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Napas berbunyi atau mengi
  • Penurunan fungsi paru untuk sementara
  • Peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
  • Kekambuhan atau memburuknya asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Respons setiap orang terhadap pajanan kabut asap dapat berbeda. Tingkat keparahan keluhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi polutan, durasi pajanan, aktivitas yang dilakukan saat terpajan, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.

Siapa Yang Lebih Rentan?

Meskipun kabut asap dapat berdampak pada siapa saja, beberapa kelompok berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, sehingga perlu mendapatkan perlindungan lebih. Kelompok tersebut diantaranya :

  • Anak-anak
  • Lansia
  • Ibu hamil
  • Penderita asma atau PPOK
  • Orang dengan penyakit jantung atau penyakit kronik lainnya
  • Orang yang bekerja atau banyak beraktivitas di luar ruangan

Kelompok tersebut dapat lebih mudah mengalami keluhan atau perburukan kondisi kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat pajanan kabut asap. 

Cara Melindungi Diri Dari Pajanan Asap

  1. Pantau kualitas udara.
    Periksa informasi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga atau kegiatan berat, ketika kualitas udara sedang buruk.
  2. Gunakan masker yang sesuai.
    Jika harus keluar rumah, gunakan masker atau respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95. Pastikan ukurannya sesuai dan terpasang rapat pada wajah.
  3. Tutup pintu dan jendela
    Saat kabut asap sedang pekat, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar ke dalam ruangan. Gunakan penyaring udara apabila tersedia.
  4. Jaga kondisi tubuh
    Cukupi kebutuhan cairan, istirahat dan konsumsi makanan bergizi. Bagi pasien yang memiliki penyakit pernapasan kronik, tetap konsumsi obat sesuai anjuran dokter.
  5. Segera periksa jika muncul keluhan.
    Jangan mengabaikan batuk, sesak napas atau keluhan lain yang muncul selama terpajan kabut asap, terutama jika keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik.

Kapan Perlu Berkonsultasi Dengan Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami salah satu dari kondisi berikut:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Nyeri atau rasa berat di dada
  • Batuk yang semakin berat atau tidak kunjung membaik
  • Napas berbunyi atau mengi
  • Bibir atau ujung jari tampak kebiruan
  • Penurunan kesadaran
  • Kekambuhan asma atau PPOK yang tidak membaik setelah menggunakan obat

Jangan menunda untuk mendapatkan pertolongan, terutama jika keluhan semakin berat. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menilai kondisi saluran pernapasan dan menentukan penanganan yang tepat.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Paru

Kabut asap dapat memberikan dampak berbeda pada setiap orang. Jika Anda mengalami keluhan pernapasan setelah terpajan asap atau memiliki riwayat penyakit paru, konsultasikan kondisi Anda bersama Tim Dokter Spesialis Paru di RS Premier Jatinegara.
 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Anggie Indari, Sp.P
Paru Pernafasan Lihat jadwal
Loading data...