+62 811-1300-9840
Influenza A pada Kelompok Berisiko: Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Oleh: dr. Laura Anasthasya, Sp.PD-FINASIM

Influenza A sering kali dianggap sebagai penyakit biasa yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kelompok tertentu, infeksi influenza dapat berkembang menjadi lebih berat dan meningkatkan risiko komplikasi.
Anak kecil, orang lanjut usia, penyandang penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah termasuk kelompok yang perlu lebih waspada ketika mengalami gejala influenza. Mengenali faktor risiko sejak awal sangat penting agar penanganan dapat diberikan lebih cepat.
Mengapa Influenza A Bisa Menjadi Lebih Berat?
Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, infeksi influenza dapat memperburuk penyakit yang sudah dimiliki sebelumnya.
Misalnya, influenza dapat memperburuk kondisi pada penderita penyakit jantung atau paru kronis. Pada penyandang diabetes, infeksi juga dapat membuat pengaturan kadar gula darah menjadi lebih sulit. Karena itu, tingkat kewaspadaan terhadap influenza tidak hanya ditentukan oleh gejala yang muncul, tetapi juga kondisi kesehatan seseorang.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Komplikasi Influenza?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza, antara lain:
Lansia
Orang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan sehingga kemampuan tubuh dalam menghadapi infeksi dapat menurun. Pada lansia, gejala influenza juga tidak selalu khas. Demam kadangkala tidak muncul meskipun sedang mengalami infeksi, sehingga perubahan kondisi tubuh perlu diperhatikan dengan lebih cermat.
- Penyandang Diabetes
Diabetes termasuk kondisi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi influenza. Infeksi juga dapat membuat pengelolaan kadar gula darah menjadi lebih sulit. Ketika sedang sakit, perubahan pola makan dan kondisi tubuh dapat mempengaruhi kadar gula darah. Karena itu, penyandang diabetes yang mengalami gejala influenza sebaiknya lebih cepat berkonsultasi dengan dokter. - Orang dengan Penyakit Jantung atau Riwayat Stroke
Penderita penyakit jantung dan orang yang memiliki riwayat stroke juga termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi serius akibat influenza. Infeksi influenza dapat memperburuk kondisi penyakit jantung yang sudah ada. Oleh karena itu, munculnya gejala influenza pada kelompok ini sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan ringan yang dapat diabaikan. - Orang dengan Penyakit Paru Kronis
Penderita penyakit paru kronis, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan kondisi paru lainnya, memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Influenza dapat memperburuk penyakit paru yang sudah ada dan menyebabkan gangguan pernapasan menjadi lebih berat. - Orang dengan Penyakit Ginjal, Hati, atau Penyakit Kronis Lainnya
Selain diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru, beberapa kondisi kronis lainnya juga dapat meningkatkan risiko komplikasi influenza. Kondisi tersebut antara lain penyakit ginjal, penyakit hati, serta gangguan metabolik tertentu. - Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah
Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga perlu lebih waspada. Kondisi ini dapat terjadi akibat penyakit tertentu maupun penggunaan obat atau terapi yang menekan sistem imun, seperti pada pasien yang menjalani pengobatan kanker. Sistem kekebalan yang lebih lemah dapat membuat tubuh lebih sulit menghadapi infeksi dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.
Komplikasi Apa yang Dapat Terjadi?
Komplikasi influenza dapat bervariasi, mulai dari kondisi yang lebih ringan hingga kondisi serius.
Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia. Influenza juga dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki, misalnya memperburuk gagal jantung atau memicu perburukan PPOK dan asma.
Pada kondisi yang lebih berat, influenza dapat menyebabkan gangguan pernapasan, infeksi bakteri sekunder, sepsis, hingga kegagalan beberapa organ.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi ke Dokter?
Kelompok berisiko sebaiknya tidak menunggu kondisi semakin berat sebelum berkonsultasi.
Segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala atau kondisi seperti:
- Sesak atau kesulitan bernapas
- Kondisi tubuh semakin lemah atau memburuk
- Demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kembali memburuk
- Gangguan kesadaran atau kebingungan
- Tidak mampu makan atau minum dengan cukup
- Gejala penyakit kronis menjadi lebih berat
- Keluhan lain yang terasa tidak biasa atau semakin berat
Pada kelompok berisiko, evaluasi lebih awal dapat membantu dokter menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau terapi lebih lanjut.
Bagaimana dengan Obat Antivirus?
Obat antivirus influenza merupakan obat yang penggunaannya perlu pertimbangan dari dokter.
Pada pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, terapi antivirus dianjurkan diberikan sesegera mungkin.
Manfaat terapi paling besar bila diberikan pada awal perjalanan penyakit, terutama dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul. Namun, pada pasien dengan kondisi berat atau kelompok berisiko tinggi, terapi yang dimulai lebih lambat tetap dapat memberikan manfaat.
Karena itu, kelompok berisiko sebaiknya tidak menunda konsultasi hanya karena gejalanya baru terasa ringan.
Apakah Vaksinasi Influenza Penting untuk Kelompok Berisiko?
Vaksinasi influenza merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya.
WHO memasukkan anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis kronis tertentu sebagai kelompok yang perlu mendapat vaksinasi influenza setiap tahunnya. CDC juga menekankan pentingnya vaksinasi bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Vaksinasi tidak berarti seseorang tidak akan terkena influenza, tetapi dapat membantu menurunkan risiko penyakit berat dan komplikasi.
Jangan Menunggu Sampai Kondisi Memburuk
Influenza dapat dialami siapa saja, termasuk orang yang sebelumnya sehat. Namun, pada kelompok tertentu, infeksi ini dapat memberikan dampak yang lebih serius.
Jika Anda memiliki penyakit kronis, berusia lanjut, atau memiliki kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah, penting untuk lebih mengenali kondisi tubuh saat mengalami gejala influenza.
Konsultasi lebih awal dapat membantu dokter menilai risiko komplikasi dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Kenali Risikonya, Tangani Lebih Awal
Influenza A tidak selalu menyebabkan komplikasi, tetapi kelompok berisiko perlu memiliki kewaspadaan lebih tinggi. Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu.
Jangan abaikan gejala yang semakin berat. Jika Anda mengalami gejala influenza dan memiliki kondisi yang meningkatkan risiko komplikasi, segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah semua orang yang terkena Influenza A akan mengalami komplikasi?
Tidak. Sebagian besar orang dapat pulih tanpa mengalami komplikasi serius. Namun, risiko komplikasi lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti lansia dan orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Mengapa penderita diabetes perlu lebih waspada terhadap influenza?
Diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi influenza. Selain itu, infeksi influenza dapat membuat pengaturan kadar gula darah menjadi lebih sulit.
Apakah penderita penyakit jantung perlu segera berkonsultasi ketika mengalami gejala influenza?
Ya. Penderita penyakit jantung dan orang dengan riwayat stroke termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi serius sehingga disarankan segera menghubungi tenaga kesehatan ketika mengalami gejala influenza.
Apakah obat antivirus boleh diminum sendiri?
Penggunaan obat antivirus influenza perlu konsultasi dengan dokter karena obat antivirus influenza tidak selalu diberikan. Pada kelompok berisiko tinggi, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antivirus sedini mungkin.
Apakah vaksin influenza hanya untuk lansia?
Tidak. Risiko komplikasi juga lebih tinggi pada kelompok lain, termasuk orang dengan penyakit kronis tertentu, ibu hamil, anak kecil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Rekomendasi vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan kesehatan yang berlaku.
Kapan harus segera memeriksakan diri?
Jangan menunda pemeriksaan jika gejala semakin berat, terutama bila muncul sesak atau kesulitan bernapas, kondisi tubuh memburuk, atau penyakit kronis yang dimiliki menjadi tidak terkontrol.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


