+62 811-1300-9840
Manfaat Vaksin Influenza bagi Orang Dewasa: Bukan Sekadar Mencegah Flu
Oleh: dr. Darren Gosal, Sp.PD, AIFO-K - Spesialis Penyakit Dalam, tersertifikasi Vaccinology training for adult and International Certificate of Vaccination (ICV) yang diakreditasi oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Influenza atau flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada sebagian orang, infeksi influenza dapat menimbulkan gejala yang lebih berat bahkan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.
Risiko tersebut perlu menjadi perhatian terutama pada kelompok lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit kronik seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru kronik, gangguan ginjal, penyakit hati, maupun kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap influenza adalah melalui vaksinasi influenza secara berkala.

Kapan Sebaiknya Divaksinasi Influenza?
WHO merekomendasikan setiap bulan Februari dan September setiap tahun. Di Indonesia, vaksinasi dapat dilaksankan sepanjang tahun dan digunakan dengan vaksin influenza yang tersedia saat ittu.
Mengapa Influenza Perlu Diwaspadai?
Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penularannya dapat terjadi melalui percikan saluran pernapasan maupun kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi.
Gejalanya dapat berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.
Pada orang yang sehat, influenza umumnya dapat membaik. Namun, pada kelompok tertentu, influenza dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan menyebabkan komplikasi seperti pneumonia atau memperburuk penyakit kronik yang sebelumnya sudah dimiliki.
WHO memasukkan orang lanjut usia dan individu dengan penyakit kronik sebagai kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat atau komplikasi akibat influenza.
Apa Manfaat Vaksin Influenza?
Vaksin influenza membantu sistem kekebalan tubuh mengenali virus influenza sehingga tubuh dapat memberikan respons ketika terpapar virus tersebut.
Beberapa manfaat vaksin influenza antara lain:
- Membantu Menurunkan Risiko Terkena Influenza
Vaksinasi dapat membantu mengurangi kemungkinan seseorang mengalami influenza. Meskipun vaksin tidak memberikan perlindungan 100 persen, vaksinasi tetap menjadi salah satu langkah utama dalam pencegahan influenza. - Membantu Mengurangi Risiko Penyakit Berat dan Komplikasi
Jika seseorang tetap mengalami influenza setelah mendapatkan vaksin, vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko penyakit berkembang menjadi lebih berat. Hal ini menjadi semakin penting pada orang dengan faktor risiko tertentu karena influenza dapat memperburuk kondisi kesehatan yang telah dimiliki sebelumnya. - Penting bagi Orang dengan Penyakit Kronik
Orang dengan diabetes, penyakit jantung, penyakit paru kronik, penyakit ginjal, penyakit hati, serta beberapa kondisi medis lainnya memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi ketika terkena influenza.
Karena itu, vaksin influenza menjadi salah satu langkah preventif yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan secara menyeluruh.
WHO memprioritaskan orang dengan kondisi medis kronik dalam program vaksinasi influenza karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza. - Membantu Melindungi Kelompok yang Rentan
Vaksinasi juga mempunyai manfaat lebih luas karena membantu mengurangi risiko terjadinya influenza di lingkungan sekitar, terutama ketika kita berinteraksi dengan orang lanjut usia atau individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Namun, vaksinasi tetap perlu disertai kebiasaan pencegahan lainnya seperti mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang lain ketika sedang mengalami gejala influenza.
Mengapa Vaksin Influenza Perlu Dilakukan Secara Berkala?
Virus influenza terus mengalami perubahan. Karena itu, komposisi vaksin influenza dievaluasi dan diperbarui secara berkala agar sesuai dengan virus influenza yang diperkirakan beredar.
Vaksin efektif melindungi sampai dengan 90% pada individu sehat berusia kurang dari 65 tahun jika strain vaksin sama dengan virus.
Selain itu, perlindungan dari vaksin influenza juga dapat menurun seiring waktu. Imunitas yang didapat melalui vaksinasi influenza inaktif hanya bertahan kurang dari 1 tahun karena adanya antigenic drift dari virus influenza yang beredar di populasi. Efektivitas vaksi bergantung pada kemiripan strain vaksin dengan virus yang beredar, usia dan status kesehatan individu yang diimunisasi.
Atas dasar tersebut, vaksinasi influenza umumnya direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun. Rekomendasi imunisasi dewasa PAPDI juga mencantumkan pemberian vaksin influenza satu dosis setiap tahun.
Siapa yang Perlu Mempertimbangkan Vaksin Influenza?
Vaksin influenza dapat dipertimbangkan pada orang dewasa, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza, seperti:
- Orang lanjut usia
- Orang dengan diabetes
- Orang dengan penyakit jantung
- Orang dengan penyakit paru kronik
- Orang dengan penyakit ginjal atau hati kronik
- Individu dengan kondisi tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh
- Tenaga kesehatan atau orang yang sering berinteraksi dengan kelompok rentan
- Wanita hamil karena adanya beberapa penelitian menunjukkan infeksi influenza dikaitkan dengan kelahitan prematur dan kematian janin.
American College of Obstetricians& Gynecologists merekomendasikan wanita sedang hamil, mungkin hamil, atau hingga 2 minggu pasca persalinan selama musim influenza harus menerima vaksin influenza inaktif.
Kondisi kesehatan masing-masing orang dapat berbeda. Karena itu, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan untuk menentukan jenis vaksin, waktu pemberian, serta memastikan vaksinasi sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Jenis Vakasinasi Influenza
Terdapat 3 jenis formulasi:
- Live attenuated influenza vaccine (LAIV).
- Inactivated influenza vaccine (IIV).
- Recombinant influenza vaccine (RIV).
Di Indonesia, vaksin influenza yang tersedia yaitu inactivated influenza vaccine (IIV). Berdasarkan jeni strain, terdapat 2 jenis vaksin influenza:
- Inactivated Influenza vaccine trivalen: melindungi terhadap dua strain influenza A (A/H1N1 dan A/H3N2) dan satu strain influenza B (B/Victoria)
- Inactivated influenza vaccine kuadrivalen melindungi terhadap dua strain influenza A (A/H1N1 dan A/H3N2) dan dua strain influenza B (B/Victoria dan B/Yamagata)
Efek Simpang
- Reaksi lokal merupakan yang paling umum (15-20%) termasuk nyeri, kemerahan dan indurasi pada tempat penyuntikan yang bersifat sementara dan umumnya hilang dalam 1-2 hari.
- Gejala sistemik yang dapat muncul berupa non speisifik seperti demam, menggigil, pegal otot hanya sekitar kurang dari 1%. Gejala tersebut muncul 6-12 jam setelah vaksinasi dan hilang dalam 1-2 hari.
- Reaksi alergi atau anafilaksis sistemik sangat jarang terjadi, hanya mungkin terjadi akibat hipersensitivitas komponen vaksin terutama protein telur.
Siapa Saja yang Tidak Boleh Divaksinasi?
Kontraindikasi berupa riwayat anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza dan komponen vaksi seperti telur.
Individu dengan penyakit akut sedang- berat sebaiknya tidak divaksinasi sampai gejala mereda.
Kehamilan, ibu menyusui bukan merupakan kontraindikasi terhadap vaksinasi influenza inaktif. Vaksin hidup dikontraindikasikan selama kehamilan.
Apakah Bisa Diberikan Bersamaan Dengan Vaksin Lain?
Rekomendasi menunjukkan bahwa vaksinasi influenza dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya seperti: vaksin COVID-19, vaksin respiratory syncytial virus (RSV), vaksin pneumokokus (PCV 15 atau PCV 20 atau PPV 23).
Vaksinasi sebagai Bagian dari Upaya Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika penyakit sudah muncul. Upaya pencegahan juga memiliki peranan penting, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko atau penyakit kronik.
Vaksin influenza merupakan salah satu langkah preventif yang dapat membantu menurunkan risiko influenza dan komplikasinya.
Jika Anda memiliki penyakit kronik, sedang menjalani pengobatan tertentu, memiliki riwayat alergi berat, atau ingin mengetahui apakah vaksin influenza sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
RS Premier Jatinegara menyediakan layanan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam bersertifikasi international certificate of vaccination (ICV) untuk membantu menentukan langkah pencegahan dan perawatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


