+62 811-1300-9840
Sesak Malam & Napas “Ngik-ngik”? Bisa Jadi Asma
Oleh: dr. Syahrizal, Sp.PD, Subsp.A.I (K)

Pernah terbangun tengah malam karena batuk, dada terasa berat, atau napas berbunyi “ngik-ngik”? Keluhan ini sering dianggap sekadar masuk angin atau sisa flu. Padahal pola sesak yang muncul malam hingga dini hari merupakan salah satu ciri khas asma. Pada banyak kasus gejalanya datang dan pergi, saat membaik, penderita merasa sudah sehat. Namun tanpa kontrol yang tepat, peradangan di saluran napas tetap ada dan bisa kambuh sewaktu-waktu bahkan menjadi serangan berat.
Apa Itu Asma?
Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang membuat saluran napas menuju paru-paru menjadi lebih sensitif. Saat terpapar pemicu tertentu, saluran napas akan meradang, menyempit, dan menghasilkan lendir berlebih. Akibatnya, udara lebih sulit keluar masuk paru-paru. Saat terjadi serangan asma, biasanya muncul:
- Batuk
- Napas berbunyi (mengi/“ngik-ngik”)
- Dada terasa berat atau ketat
- Sesak napas
Gejala bisa ringan, tetapi juga dapat berkembang cepat menjadi kondisi gawat darurat bila tidak ditangani.
Gejala Asma
Gejala asma yang biasanya muncul, diantaranya:
- Batuk yang terasa lebih sering malam atau dini hari
- Napas berbunyi “ngik-ngik”
- Dada terasa berat atau tertekan
- Sesak yang hilang timbul
Gejala tersebut makin mengarah ke asma bila muncul setelah:
- Terpapar debu atau asap
- Selesai flu atau infeksi saluran napas
- Berolahraga
- Terkana udara dingin
Pemicu Asma yang Paling Umum
Setiap orang bisa memiliki pemicu berbeda, namun yang paling sering adalah:
- Debu dan tungau debu rumah (kasur, bantal, karpet)
- Asap rokok, termasuk asap rokok orang lain
- Infeksi saluran napas seperti flu
- Olahraga tertentu, misalnya berlari jarak jauh, sepak bola, bola basket
- Udara dingin atau kering
- Polusi udara dan bau tajam seperti parfum, pengharum ruangan, bahan pembersih
Mengenali pemicu pribadi adalah kunci utama agar asma lebih terkontrol.
Cara Praktis Mengontrol Asma
- Kenali pola kambuh: Catat di ponsel kapan mulai sesak, setelah terpapar apa, apa yang membuat gejala membaik.
- Kurangi kontak pemicu di rumah: Rutin cuci sprei dan sarung bantal, kurangi karpet atau boneka berdebu, pastikan kamar memiliki ventilasi baik, jaga kelembapan agar tidak lembab berjamur.
- Gunakan inhaler sesuai anjuran: Pengobatan asma biasanya terdiri dari obat pengontrol untuk digunakan rutin dan obat pereda saat gejala muncul. Keduanya memiliki fungsi berbeda dan sebaiknya digunakan sesuai rencana dari dokter.
- Memiliki asthma action plan: Seperti petunjuk darurat pribadi bagi penderita asma yang di dalamnya berupa obat apa yang harus digunakan setiap hari, apa yang harus dilakukan saat mulai terasa sesak, kapan harus segera ke rumah sakit.
Kapan Harus ke IGD? Jangan Ditunda
Segera cari pertolongan darurat bila muncul:
- Sesak berat atau semakin memburuk
- Sulit berbicara karena napas pendek-pendek
- Bibir atau ujung jari tampak kebiruan
- Inhaler pereda tidak membantu atau tidak ada perbaikan
Serangan asma berat bisa mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan segera.
Sesak malam dan napas “ngik-ngik” bukan keluhan sepele. Mengenali gejala sejak dini, memahami pemicu, dan memiliki rencana kontrol yang tepat dapat mencegah serangan asma berat. Jangan tunggu sampai sesak parah, periksa dan kendalikan asma sedini mungkin.
FAQ
- Apakah asma bisa sembuh total?
Asma umumnya membutuhkan kontrol jangka panjang. Namun dengan penanganan tepat, penderita dapat hidup normal, aktif, dan jarang kambuh. - Mengapa asma sering kambuh malam hari?
Pada malam hingga dini hari, saluran napas cenderung lebih sensitif. Ditambah paparan debu kamar dan posisi berbaring, gejala lebih mudah muncul. - Jika napas “ngik-ngik” hanya sesekali, apakah perlu diperiksa?
Ya, bila terjadi berulang apalagi disertai batuk malam atau sesak, sebaiknya diperiksakan untuk memastikan penyebabnya.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


