CTCA & FFR-CT: Menilai Sumbatan Pembuluh Jantung Tanpa Kateter

18 Februari 2026 3 min read

Oleh: dr. Novita Sitorus, Sp.JP(K), FIHA

CT Coronary

Selama ini pemeriksaan paling akurat untuk melihat sumbatan pembuluh darah jantung adalah angiografi koroner dengan kateter di cath lab. Namun kini kemajuan teknologi memungkinkan penilaian pembuluh jantung secara non-invasif melalui CT Coronary Angiography (CTCA) dan FFR-CT. Kedua pemeriksaan ini membantu dokter melihat tidak hanya bentuk penyempitan pembuluh darah, tetapi juga dampaknya terhadap aliran darah ke otot jantung.

Mengenal CT Coronary Angiography (CTCA)

CTCA adalah CT-scan khusus jantung yang menggunakan zat kontras melalui pembuluh darah vena untuk memvisualisasikan pembuluh darah koroner. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan lokasi penyempitan, jumlah plak, serta derajat sumbatan pada dinding pembuluh darah.

Apa Itu FFR-CT?

FFR-CT adalah analisis lanjutan dari data CTCA menggunakan pemodelan komputer untuk menilai aliran darah di pembuluh jantung. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah penyempitan yang terlihat benar-benar menghambat aliran darah ke otot jantung atau hanya tampak sempit secara visual. Dengan informasi ini, dokter dapat menentukan apakah pasien cukup ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup, atau perlu evaluasi invasif seperti angiografi koroner dan pemasangan stent.

Keterbatasan & Hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Menggunakan kontras & radiasi
    • Kontras dapat memengaruhi ginjal pada beberapa pasien, sehingga harus dinilai terlebih dahulu.
    • Paparan radiasi tetap diusahakan serendah mungkin, tetapi tetap ada.
  2. Tidak selalu cocok untuk semua pasien
    • Pada pasien dengan kalsifikasi pembuluh darah yang sangat berat, gambar bisa sulit dinilai.
  3. Bila hasil menunjukkan sumbatan berat, tetap perlu angiografi
    • CTCA + FFR-CT sangat baik untuk menilai siapa yang bisa dihindarkan dari kateter yang tidak perlu,
    • Namun bila hasil menunjukkan penyempitan bermakna secara anatomi & fungsional, dokter sering tetap mempertimbangkan angiografi koroner untuk konfirmasi dan terapi.
  4. Ketersediaan & Biaya
    • Tidak semua rumah sakit memiliki akses FFR-CT.
    • Biaya dan penjaminan asuransi bisa berbeda-beda.

Karena itu keputusan memakai CTCA/FFR-CT atau langsung angiografi sebaiknya dibuat bersama dokter, berdasarkan kondisi klinis, risiko, dan fasilitas yang tersedia.

Langkah Setelah Pemeriksaan

Hasil CTCA dan FFR-CT akan menjadi dasar dokter dalam menentukan rencana perawatan. Bila tidak ditemukan sumbatan bermakna, fokus utama adalah pengendalian faktor risiko seperti kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan gaya hidup. Bila ditemukan penyempitan signifikan, dokter akan mendiskusikan pilihan terapi lanjutan yang paling tepat bagi pasien.depan.

CTCA dan FFR-CT merupakan inovasi penting dalam deteksi penyakit jantung koroner. Dengan pendekatan non-invasif yang semakin akurat, pasien dapat menjalani evaluasi jantung lebih nyaman, aman, dan terarah, sebelum memutuskan tindakan selanjutnya bersama dokter.


FAQ

Apakah FFR-CT sama dengan FFR di cath lab?
Konsepnya mirip (menilai dampak penyempitan terhadap aliran darah), tetapi FFR-CT dihitung dari data CT dan pemodelan komputer, tanpa kateter. FFR invasif di cath lab menggunakan sensor langsung di dalam pembuluh darah.

Apakah CTCA sakit?
CTCA dilakukan dengan Anda berbaring di mesin CT. Anda akan disuntik kontras di lengan (seperti infus), kemudian diminta menahan napas beberapa detik. Tidak ada kateter di jantung; prosedurnya biasanya tidak menimbulkan nyeri.

Kapan sebaiknya langsung angiografi, bukan CTCA?
Pada kasus serangan jantung akut, nyeri dada sangat khas dengan risiko tinggi, atau gejala berat dengan EKG/enzim jantung yang jelas, dokter biasanya tidak menunda dengan CTCA dan langsung mempertimbangkan angiografi.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

dr. Novita Sitorus, Sp.JP(K)
Jantung dan Pembuluh Darah Lihat jadwal
Loading data...