+62 811-1300-9840
Kenapa Wajah Tiba-Tiba Tidak Bisa Digerakkan? Kenali Bell’s Palsy
Oleh: dr. Iswandi Erwin, Sp.N, Subsp.NN(K), M. Ked

Wajah yang tiba-tiba terasa kaku, sulit digerakkan, atau terlihat mencong ke satu sisi tentu bisa membuat seseorang panik. Kondisi ini sering kali disangka sebagai gejala stroke. Namun, dalam beberapa kasus, kelumpuhan wajah mendadak dapat disebabkan oleh Bell’s Palsy, yaitu gangguan pada saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada satu sisi wajah.
Apa Itu Bell’s Palsy?
Bell’s Palsy adalah kondisi kelumpuhan mendadak pada otot wajah di satu sisi akibat peradangan atau gangguan pada saraf wajah (saraf fasialis). Saraf ini berperan penting dalam mengatur gerakan otot wajah seperti tersenyum, menutup mata, atau mengangkat alis. Ketika saraf tersebut mengalami gangguan, otot wajah tidak dapat bekerja dengan baik sehingga wajah tampak menurun atau tidak simetris.
Gejala Bell’s Palsy yang Perlu Diketahui
Gejala Bell’s Palsy biasanya muncul secara mendadak dan dapat berkembang dengan cepat. Beberapa tanda yang sering terjadi antara lain:
- Wajah tampak mencong atau tidak simetris
- Sulit tersenyum atau menggerakkan salah satu sisi wajah
- Kesulitan menutup mata pada sisi yang terkena
- Mata terasa kering atau berair
- Air liur mudah menetes dari sudut mulut
- Perubahan kemampuan mengecap rasa
- Nyeri ringan di sekitar telinga atau rahang
- Sensitif terhadap suara pada satu sisi telinga.
Bell’s Palsy atau Stroke? Ini Perbedaannya
Bell's palsy adalah peradangan saraf tepi wajah, menyebabkan kelumpuhan satu sisi wajah termasuk mata tidak bisa menutup. Stroke adalah gangguan pembuluh darah otak yang menyebabkan kelumpuhan wajah (mata bisa menutup), sering disertai kelemahan lengan/kaki, bicara pelo, dan pusing. Berikut perbedaan utama antara Bell's palsy dan stroke:
| Aspek | Bell’s Palsy | Stroke |
|---|---|---|
| Penyebab | Peradangan pada saraf wajah (saraf ketujuh). | Gangguan aliran darah di otak. |
| Kelumpuhan Mata | Mata di sisi yang sakit tidak dapat menutup. | Pasien umumnya masih dapat menutup mata. |
| Area yang Terdampak | Hanya memengaruhi otot wajah. | Memengaruhi wajah dan dapat disertai kelemahan tangan atau kaki di satu sisi tubuh. |
| Gejala Penyerta | Nyeri di sekitar telinga atau telinga berdenging. | Bicara pelo, kebas pada anggota tubuh lain, dan sakit kepala. |
| Pemulihan | Bersifat sementara dan sering sembuh dalam hitungan minggu hingga bulan. | Dapat bersifat permanen atau menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih serius. |
Namun begitu penting diketahui bahwa beberapa jenis stroke area batang otak dapat menunjukkan gejala mirip bells palsy. Sehingga jika wajah miring secara mendadak segera ke IGD untuk memastikan apakah itu Bell's palsy atau stroke.
Bagaimana Penanganan Bell’s Palsy?
- Obat antiinflamasi: Dokter biasanya memberikan obat untuk mengurangi peradangan pada saraf wajah.
- Obat antivirus: Pada beberapa kasus, obat antivirus dapat diberikan jika diduga berkaitan dengan infeksi virus.
- Perawatan mata: Karena mata sulit menutup sempurna, dokter dapat menyarankan penggunaan tetes mata atau pelindung mata untuk mencegah iritasi.
- Latihan otot wajah (fisioterapi): Latihan khusus dapat membantu mempercepat pemulihan fungsi otot wajah.
Bell’s Palsy adalah kondisi kelumpuhan sementara pada satu sisi wajah akibat gangguan pada saraf wajah yang biasanya muncul secara tiba-tiba. Gejalanya dapat berupa wajah mencong, kesulitan menutup mata, hingga kelemahan otot wajah. Meskipun sering membuat panik karena mirip dengan stroke, Bell’s Palsy merupakan kondisi yang umumnya dapat membaik dengan penanganan yang tepat.
FAQ
Apakah Bell’s Palsy bisa sembuh total?
Sebagian besar penderita Bell’s Palsy dapat pulih sepenuhnya dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, terutama jika mendapatkan penanganan sejak dini.
Apakah Bell’s Palsy berbahaya?
Bell’s Palsy umumnya tidak mengancam nyawa. Namun, kondisi ini tetap perlu diperiksa oleh dokter untuk memastikan diagnosis yang tepat dan mencegah komplikasi.
Apakah Bell’s Palsy sama dengan stroke?
Tidak. Bell’s Palsy adalah gangguan pada saraf wajah, sedangkan stroke terjadi akibat gangguan aliran darah di otak. Keduanya memiliki gejala yang berbeda meskipun sama-sama dapat menyebabkan wajah mencong.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


