Kenapa Whip Pink Jadi Tren? Ini Psikologi di Balik “Gas Tertawa” dan Mitos vs Faktanya

16 Februari 2026 4 min read

Oleh: dr. Danardi, Sp.KJ(K)

tren whip pink

Dalam beberapa waktu terakhir, penyalahgunaan nitrous oxide (N₂O) yang dikenal juga sebagai gas tertawa atau populer dengan sebutan Whip Pink semakin sering ditemukan, terutama di kalangan anak muda. Gas ini awalnya digunakan secara legal untuk kebutuhan medis dan kuliner, namun kini disalahgunakan dengan cara dihirup untuk mendapatkan sensasi euforia singkat.

Dari sudut pandang adiksi, tren zat bukan hanya soal zatnya, tapi soal kombo mudah didapat, efek cepat, dibungkus jadi lifestyle, minim rasa takut. Adapun beberapa pemicunya:

Kenapa Gas Ini “Meledak” Jadi Tren Akhir-Akhir Ini?

  1. Mudah didapat dan dianggap sepele
    Nitrous oxide dikenal luas sebagai gas untuk keperluan kuliner dan medis. Karena tampilannya menyerupai produk sehari-hari, banyak orang menganggap zat ini tidak berbahaya. BPOM telah menyoroti fenomena penyalahgunaan nitrous oxide di kalangan anak muda, dengan catatan bahwa meskipun efeknya singkat, risikonya dapat berdampak jangka panjang.
  2. Efek cepat dan durasi singkat
    Zat dengan efek instan seperti rasa ringan di kepala atau euforia singkat, cenderung cepat menyebar melalui media sosial. Karakteristik ini sesuai dengan budaya konsumsi konten yang serba cepat.
  3. Pengaruh lingkungan dan dinormalisasikan
    Ketika penggunaan terlihat umum di lingkungan pertemanan, risiko sering kali dianggap kecil. Dalam psikologi adiksi, kondisi ini dikenal sebagai normalisasi perilaku berisiko, padahal dampak negatif dapat muncul secara tidak terduga.
  4. Biaya relatif terjangkau
    Banyak orang menganggap penggunaannya ringan dan tidak berisiko karena dilakukan sebentar. Persepsi inilah yang sering menjadi awal penggunaan berulang.
  5. Kesalahpahaman tentang sumber bahaya
    Fokus risiko bukan pada merek tertentu, melainkan pada penyalahgunaan fungsinya, yaitu inhalasi untuk mendapatkan efek psikoaktif.

Mengapa Penggunaan Bisa Berulang dan Sulit Dihentikan?

  • Pengejaran efek
    Karena durasi efeknya singkat, pengguna terdorong untuk mengulang penggunaan demi mempertahankan sensasi. Hal ini dapat memicu toleransi.
  • Pelarian dari tekanan emosional
    Sebagian individu menggunakan zat ini sebagai cara mengalihkan diri dari stres, kecemasan, atau tekanan sosial.

Mitos vs Fakta yang Paling Sering Beredar

Mitos 1: “Ini aman, kan dipakai di medis/dokter gigi.”
Fakta: : Aman kalau digunakan tenaga kesehatan, dosis terukur, ada monitoring oksigen, dan indikasi medis. Saat disalahgunakan (diinhalasi untuk high), konteksnya berubah total: tidak ada kontrol dosis, tidak ada pemantauan, sering diulang-ulang. WHO juga menilai ada potensi bahaya kesehatan publik dari penggunaan non-medis N₂O.

Mitos 2: “Bukan zat adiktif karena legal dijual.”
Fakta: Produk yang dijual bebas belum tentu aman jika digunakan tidak sesuai fungsinya. Banyak barang legal yang tetap berbahaya bila disalahgunakan, seperti lem atau obat batuk tertentu. BPOM juga menyoroti penyalahgunaan nitrous oxide sebagai tren yang berisiko bagi kesehatan.

Mitos 3: “Nggak bikin candu, jadi santai.”
Fakta: Pada sebagian orang, penggunaan nitrous oxide bisa berkembang menjadi pola bermasalah, seperti kebutuhan dosis yang meningkat, penggunaan berulang, dan sulit berhenti meski sudah menimbulkan dampak. Tinjauan WHO menunjukkan adanya efek yang memberi rasa ingin mengulang, serta ditemukannya pengguna yang memenuhi kriteria gangguan penggunaan. Meski tidak selalu menunjukkan ketergantungan seperti zat lain, nitrous oxide tetap memiliki potensi disalahgunakan pada sebagian orang.

Mitos 4: “Kalau pakai balon lebih aman.”
Fakta: Balon tidak membuatnya “aman”. Masalah utamanya tetap: menggantikan oksigen, risiko hipoksia/pingsan, dan kecenderungan mengulang. Pada beberapa kasus, orang justru lebih mudah “ngegas” berkali-kali karena terasa praktis.

Mitos 5: “Yang penting jangan kebanyakan kalau cuma kadang-kadang aman.”
Fakta: Risiko ditentukan oleh banyak faktor, seperti dosis, frekuensi, kondisi tubuh, dan situasi penggunaan, misalnya di ruang tertutup, sendirian, atau dicampur alkohol dan obat lain. Karena efeknya singkat, penggunaan sesekali bisa dengan cepat berubah menjadi berulang dalam waktu yang sama.

Mitos 6: “Kalau ada kesemutan tinggal minum vitamin nanti hilang.”
Fakta: Gejala saraf perlu evaluasi medis. Nitrous oxide dapat mengganggu fungsi vitamin B12 dan menyebabkan gangguan neurologis yang bisa berat, penanganan yang tepat waktunya penting.

Tanda Penggunaan yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda awal penggunaan bermasalah meliputi peningkatan frekuensi dan dosis, kesulitan menghentikan penggunaan, perilaku menyembunyikan kebiasaan, gangguan fungsi sekolah atau pekerjaan, serta penggunaan meski sudah muncul keluhan fisik atau emosional.
Jika beberapa tanda tersebut mulai muncul bersamaan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Pendekatan Komunikasi yang Lebih Efektif

Pendekatan yang empatik dan terbuka lebih membantu dibandingkan sikap menghakimi. Tujuannya adalah membuka ruang diskusi agar individu tidak merasa tertekan atau perlu menyembunyikan masalahnya.

Kapan Harus Mencari Bantuan

  • Konsultasi ke psikiater atau layanan adiksi bila penggunaan mulai sulit dikendalikan.
  • Ke IGD jika muncul pingsan, sesak, nyeri dada, atau kelemahan anggota gerak.
  • Hubungi 112 atau 119 untuk kondisi darurat.

FAQ

Apa itu Whip Pink?
Whip Pink adalah sebutan populer untuk produk yang mengandung nitrous oxide (N₂O). Zat ini sebenarnya digunakan secara legal untuk keperluan medis dan kuliner, tetapi menjadi berbahaya ketika disalahgunakan dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia.

Apakah nitrous oxide termasuk narkoba?
Nitrous oxide tidak diklasifikasikan sebagai narkotika, namun tetap memiliki potensi disalah gunakan. Penggunaan di luar indikasi medis atau kuliner dapat menimbulkan risiko kesehatan serius dan pola penggunaan bermasalah.

Apakah penggunaan balon membuatnya lebih aman?
Penggunaan balon tidak menghilangkan risiko. Masalah utama tetap terjadinya kekurangan oksigen dan kecenderungan mengulang penggunaan karena terasa lebih praktis.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

dr. Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K)
Psikiatri Lihat jadwal
Loading data...