Saraf Kejepit: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pilihan Pengobatannya

26 Januari 2026 3 min read

Oleh: dr. Dimas Rahman, Sp.BS, MARS, FTB, FINSS

saraf kejepit

Nyeri leher atau pinggang yang menjalar ke tangan atau kaki sering kali dianggap “masuk angin” atau kelelahan biasa. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda saraf kejepit. Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada usia produktif, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Saraf Kejepit?

Tulang belakang kita memiliki bantalan lunak yang disebut diskus intervertebralis, yang berfungsi sebagai peredam tekanan dan menjaga fleksibilitas gerak. Jika bantalan ini bergeser atau menonjol, ia dapat menekan saraf di sekitarnya. Tekanan inilah yang menimbulkan nyeri, kesemutan, atau kelemahan. Kondisi ini dikenal sebagai saraf kejepit.

Bagian Tubuh yang Bisa Mengalami Saraf Kejepit

Saraf kejepit dapat terjadi pada seluruh ruas tulang belakang, antara lain:

  • Tulang leher (servikal)
  • Dada (torakal)
  • Pinggang (lumbal)

Mayoritas kasus terjadi di area pinggang, sehingga sering menimbulkan keluhan nyeri pinggang yang menjalar ke kaki.

Apa Penyebab Saraf Kejepit?

  • Proses penuaan (degenerasi)

    Seiring bertambahnya usia, bantalan tulang belakang menjadi menipis dan kurang elastis.

  • Aktivitas fisik berat

    Mengangkat beban berat, sering membungkuk, atau teknik angkat yang salah.

  • Gaya hidup modern
    • Duduk terlalu lama
    • Posisi kerja tidak ergonomis
    • Sering menunduk saat menggunakan laptop atau gadget
    • Berat badan berlebih
  • Cedera atau kecelakaan

    Lebih sering menjadi penyebab pada usia muda.

Gejala Saraf Kejepit yang Perlu Diwaspadai

  • Nyeri di leher atau pinggang
  • Nyeri menjalar ke bahu, lengan, bokong, paha, betis, hingga telapak kaki
  • Rasa seperti ditusuk, kesetrum, atau pegal mendalam
  • Kesemutan atau rasa baal
  • Kelemahan otot pada tangan atau kaki
  • Nyeri bertambah saat batuk, bersin, atau berubah posisi

Tanda bahaya: Pada kondisi berat, dapat terjadi gangguan buang air kecil, buang air besar, atau fungsi seksual. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan perlu segera diperiksakan.

Pengobatan Saraf Kejepit

Tidak semua saraf kejepit memerlukan operasi. Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan hasil pemeriksaan.

1. Terapi Konservatif

  • Perbaikan postur dan aktivitas harian
  • Penurunan berat badan bila diperlukan
  • Penggunaan penyangga leher atau korset pinggang
  • Obat pereda nyeri dan anti-inflamasi
  • Fisioterapi (peregangan dan penguatan otot tulang belakang)

Sebagian besar pasien membaik dengan pendekatan ini.

2. Intervensi Nyeri

Bila nyeri masih berat, dokter dapat melakukan tindakan pereda nyeri berupa suntikan khusus untuk mengurangi nyeri dan peradangan, sekaligus memberi kesempatan saraf untuk pulih.

3. Operasi

Operasi dipertimbangkan bila:

  • Nyeri berat tidak membaik
  • Terdapat kelemahan saraf
  • Gangguan fungsi kandung kemih atau usus

Jenis operasi modern dan minimal invasif meliputi:

  • Endoskopi tulang belakang (Uniportal / Biportal / BESS)
  • ACDF / ACCF untuk kasus leher
  • Laminektomi untuk memperluas ruang saraf

Teknologi minimal invasif memungkinkan sayatan lebih kecil, nyeri pasca operasi lebih ringan, dan pemulihan lebih cepat.


FAQ

Apakah saraf kejepit bisa sembuh tanpa operasi?

Ya. Sebagian besar kasus membaik dengan terapi konservatif. Operasi hanya diperlukan pada kasus tertentu.

Apakah nyeri pinggang selalu berarti saraf kejepit?

Tidak selalu. Nyeri bisa disebabkan otot atau sendi. Saraf kejepit biasanya disertai nyeri menjalar atau kesemutan.

Apakah fisioterapi membantu?

Ya. Fisioterapi membantu mengurangi nyeri, meningkatkan fleksibilitas, dan menurunkan risiko kekambuhan.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Dimas Rahman Setiawan, Sp.BS, FINSS
Bedah Saraf Lihat jadwal
Loading data...