Masih Muda Bukan Jaminan Bebas Penyakit Jantung: Kenali CABG Sejak Dini

15 Januari 2026 3 min read

Oleh: Dr. dr. Yanto Sandy Tjang, SpBTKV, Subsp.VE(K), PhD, FACC, FACS, FIATCVS, FICS

scrolling social media on couch


Banyak orang merasa aman dari penyakit jantung karena masih muda, aktif, dan jarang sakit. Namun kenyataannya penyumbatan pembuluh darah jantung bisa terjadi tanpa gejala. Pada sebagian orang kondisi ini baru terdeteksi saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau Medical Check-Up, karena itu pentingnya deteksi dini dan konsultasi dengan dokter. Bila ditemukan penyumbatan yang cukup berat, dokter akan menentukan terapi terbaik sesuai kondisi pasien salah satunya bisa berupa Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) atau operasi bypass jantung.

Apa Itu CABG?

CABG adalah prosedur bedah jantung yang bertujuan membuat jalur baru bagi aliran darah, melewati bagian pembuluh yang tersumbat. Dokter menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain seperti dada atau kaki untuk membuat “bypass” sehingga darah kembali mengalir lancar ke otot jantung.

Apa Manfaat Operasi CABG?

  • Mengurangi nyeri dada
  • Memperbaiki aliran darah ke jantung
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Menurunkan risiko serangan jantung berulang
  • Memperpanjang harapan hidup pada pasien tertentu

Mengapa CABG Diperlukan?

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah jantung menyempit akibat penumpukan plak kolesterol. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Nyeri dada (angina)
  • Sesak napas
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung

CABG diperlukan bila penyumbatan:

  • Terjadi di banyak pembuluh koroner
  • Letaknya sulit ditangani dengan pemasangan ring (stent)
  • Sudah menurunkan fungsi jantung

Siapa yang Membutuhkan Operasi CABG?

Dokter dapat merekomendasikan CABG pada pasien dengan kondisi:

  • Penyempitan berat di lebih dari satu pembuluh koroner
  • Sumbatan di pembuluh utama jantung
  • Nyeri dada yang tidak membaik dengan obat
  • Riwayat serangan jantung sebelumnya
  • Fungsi pompa jantung menurun

Keputusan tindakan selalu didasarkan pada hasil pemeriksaan seperti EKG, echocardiography, treadmill test, atau kateterisasi jantung.

Bagaimana Prosedur Operasi CABG?

Operasi bypass jantung dilakukan dengan memanfaatkan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain, seperti dada, lengan, atau kaki. Pembuluh darah ini kemudian disambungkan ke pembuluh arteri koroner di bagian sebelum dan sesudah area yang mengalami penyempitan atau penyumbatan, sehingga tercipta jalur baru bagi aliran darah menuju otot jantung.

Pembuluh darah yang digunakan sebagai jalur baru ini disebut graft. Jumlah graft yang dibutuhkan bergantung pada tingkat keparahan penyumbatan serta jumlah pembuluh koroner yang terdampak.

Prosedur CABG dilakukan dengan pembiusan total (anestesi umum) dan biasanya memerlukan waktu operasi sekitar 3 hingga 6 jam, tergantung kompleksitas tindakan.

Apakah Operasi Jantung Sekarang Selalu Minimal Invasif?

Perkembangan teknologi medis membuat banyak prosedur bedah kini dapat dilakukan dengan sayatan lebih kecil. Hal ini memunculkan anggapan bahwa semua operasi jantung saat ini pasti menggunakan metode minimal invasif.
Namun kenyataannya tidak semua operasi jantung dapat dilakukan dengan pendekatan minimal invasif, kembali lagi pada kondisi pasien. Setiap pasien memiliki kondisi jantung dan pembuluh darah yang berbeda. Dokter akan menilai berbagai faktor seperti:

  • Lokasi dan tingkat penyumbatan pembuluh darah
  • Jumlah pembuluh yang terdampak
  • Kondisi otot jantung
  • Penyakit penyerta lainnya

Masih Muda Bukan Berarti Kebal Dari Masalah Jantung 

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung menyempit atau tersumbat. Menariknya kondisi ini tidak selalu menimbulkan keluhan jelas di awal. Faktor seperti Riwayat keluarga, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, stress dan pola hidup sedentari dapat mempercepat proses penyumbatan bahkan pada usia yang relative muda.


FAQ

1. Berapa lama proses pemulihan setelah CABG?

Lama pemulihan berbeda pada setiap pasien. Dengan kondisi tubuh yang baik dan penyakit penyerta minimal, pemulihan sering berlangsung lebih optimal. Pasien akan diarahkan untuk kembali beraktivitas secara bertahap sesuai anjuran dokter.

2. Apakah setelah CABG pasien bisa kembali beraktivitas normal?

Pada banyak kasus, pasien dapat kembali beraktivitas secara bertahap setelah masa pemulihan. Pola hidup sehat dan kontrol rutin sangat penting untuk menjaga hasil jangka panjang.  

3. Apakah semua operasi jantung sekarang dilakukan dengan metode minimal invasif?

Tidak. Pendekatan operasi jantung dipilih berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Pada sebagian kasus, metode minimal invasif memungkinkan. Namun pada kondisi lain, metode konvensional justru lebih aman dan memberikan hasil optimal.
 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Dr. dr. Yanto Sandy Tjang, SpBTKV, Subsp.VE(K), PhD, FACC, FACS, FIATCVS, FICS
Bedah Thoraks dan Kardiovaskular
Loading data...