Mudik jauh: duduk lama, kaki bengkak, dan risiko penggumpalan darah (DVT)

27 Februari 2026 3 min read

Oleh: dr. Saleh Harris, Sp.B, Subsp.BVE(K)

Mudik itu seru tapi ada “risiko tersembunyi” yang sering dilupakan: terlalu lama duduk diam di mobil, bus, kereta, atau pesawat. Perjalanan panjang umumnya >4 jam dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di pembuluh vena kaki pada sebagian orang. Kabar baiknya pencegahan DVT saat mudik bisa dilakukan dengan langkah sederhana, tanpa ribet.

Apa Itu DVT dan Kenapa Bisa Terjadi Saat Mudik?

DVT adalah bekuan darah yang terbentuk di vena dalam, biasanya di betis atau paha. Saat kita duduk lama dan jarang menggerakkan kaki, aliran darah bisa melambat, itulah yang meningkatkan risiko pembekuan, terutama pada orang dengan faktor risiko tertentu.

Gejala DVT yang Wajib Kamu Kenali

Gejala DVT di kaki bisa berupa:

  • Nyeri berdenyut pada satu kaki (sering di betis/paha), terasa saat berdiri/jalan
  • Bengkak pada satu kaki
  • Kulit terasa hangat di area nyeri
  • Kemerahan atau perubahan warna kulit

DVT bisa terjadi tanpa gejala jelas maka dari itu pencegahan lebih penting.

Risiko Terbesar Bekuan Darah Menyumbat Paru

DVT bisa berbahaya jika bekuannya lepas dan berjalan ke paru, menyebabkan emboli paru. Tanda bahaya:

  • Sesak napas mendadak
  • Nyeri dada terutama saat tarik napas
  • Batuk berdarah
  • Pingsan
  • Berdebar hebat

Siapa yang Lebih Berisiko Saat Mudik Jauh?

Risiko terbentuknya bekuan darah meningkat pada orang yang:

  • Pernah mengalami DVT atau emboli paru sebelumnya
  • Baru menjalani operasi, cedera, atau terlalu lama tidak banyak bergerak
  • Sedang hamil atau baru melahirkan
  • Mengonsumsi terapi hormon tertentu, misalnya hormon estrogen
  • Memiliki berat badan berlebih, merokok, atau berusia lanjut
  • Menderita kanker atau penyakit tertentu

Cara Mencegah DVT Saat Mudik

Bergerak secara rutin

Usahakan berdiri dan berjalan setiap 1–2 jam saat perjalanan jauh. Jika tidak memungkinkan, gerakkan kaki di tempat dengan mengangkat tumit dan jari kaki secara bergantian untuk melancarkan aliran darah.

Hindari posisi yang menghambat aliran darah

Jangan menyilangkan kaki terlalu lama dan pastikan pakaian tidak terlalu ketat di area paha atau perut.

Cukupi kebutuhan cairan

Minum air putih yang cukup agar tubuh tidak dehidrasi, karena kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.

Gunakan kaus kaki kompresi bila perlu

Bagi orang dengan risiko tinggi, kaus kaki kompresi dapat membantu menjaga aliran darah tetap lancar. Pilih ukuran yang tepat dan gunakan sesuai saran dokter.


FAQ

  1. Perjalanan berapa jam yang meningkatkan risiko blood clot?
    CDC menyebut perjalanan lebih dari 4 jam (mobil/bus/kereta/pesawat) dapat meningkatkan risiko bekuan darah pada sebagian orang.
  2. Cara paling penting mencegah DVT saat mudik?
    Bergerak/latih kaki dan usahakan berjalan tiap 1–2 jam bila memungkinkan.
  3. Gejala DVT seperti apa?
    Umumnya nyeri berdenyut pada satu kaki, bengkak satu kaki, hangat, kemerahan/perubahan warna.

     

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Tags
dr. Saleh Harris, Sp.B, SubSp.BVE(K)
Bedah Vaskuler dan Endovaskular Lihat jadwal
Loading data...