+62 811-1300-9840
Stroke Ringan atau TIA? Kenali Gejala, Perbedaannya dengan Stroke, dan Pentingnya Penanganan Dini
Oleh: dr. Andika Surya Atmadja, Sp.N, FINA, AIFO-K

Banyak orang menganggap gejala seperti tangan tiba-tiba lemas, bicara pelo, atau wajah terasa kebas hanyalah tanda kelelahan. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi pertanda Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang sering dikenal masyarakat sebagai stroke ringan.
Meskipun gejalanya dapat membaik dalam waktu singkat, TIA bukanlah kondisi yang boleh dianggap sepele. TIA merupakan sinyal peringatan bahwa seseorang memiliki risiko tinggi mengalami stroke di kemudian hari apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Mengenali gejala sejak dini dan segera mencari pertolongan medis dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi sekaligus mencegah kerusakan otak yang lebih luas.
Apa Itu Stroke dan TIA?
Stroke adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu sehingga sebagian jaringan otak mengalami kerusakan. Gangguan ini menyebabkan munculnya defisit neurologis yang berlangsung lebih dari 24 jam dan umumnya disertai bukti sumbatan atau perdarahan pada pemeriksaan CT Scan atau MRI.
Sementara itu, Transient Ischemic Attack (TIA) merupakan gangguan aliran darah ke otak yang bersifat sementara.
Gejala TIA hampir sama dengan stroke, namun biasanya membaik dalam waktu kurang dari 24 jam dan tidak menunjukkan kerusakan permanen pada pemeriksaan pencitraan otak.
Walaupun gejalanya menghilang, TIA tetap memerlukan evaluasi dan penanganan medis karena dapat menjadi tanda awal terjadinya stroke.
Gejala Stroke Ringan yang Tidak Boleh Diabaikan
Gejala stroke ringan maupun stroke umumnya muncul secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Kelemahan pada lengan atau tungkai di salah satu sisi tubuh.
- Rasa kebas atau kesemutan pada satu sisi tubuh.
- Wajah tampak mencong.
- Bicara menjadi pelo atau tidak jelas.
- Sulit memahami pembicaraan orang lain.
- Gangguan penglihatan yang muncul mendadak.
- Vertigo atau kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba.
Apabila salah satu atau beberapa gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan medis meskipun keluhan mulai membaik.
Apa Perbedaan Stroke dan TIA?
Perbedaan utama antara stroke dan TIA terletak pada lamanya gejala dan dampaknya terhadap jaringan otak.
Pada stroke, gangguan aliran darah menyebabkan kerusakan jaringan otak yang menetap sehingga gejala berlangsung lebih dari 24 jam dan umumnya terlihat pada pemeriksaan CT Scan atau MRI.
Sedangkan pada TIA, gangguan aliran darah hanya terjadi sementara sehingga gejala membaik dalam waktu kurang dari 24 jam dan biasanya tidak ditemukan kerusakan permanen pada pemeriksaan pencitraan.
Namun, baik stroke maupun TIA tetap merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera.
Mengapa Tidak Boleh Menunggu Gejala Hilang?
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu hingga gejala membaik dengan sendirinya. Padahal, penanganan stroke memiliki golden period atau masa emas sekitar 4,5 hingga 6 jam sejak gejala pertama kali muncul.
Apabila pasien datang lebih cepat ke rumah sakit, peluang untuk mendapatkan terapi yang dapat membuka kembali sumbatan pembuluh darah menjadi lebih besar sehingga risiko kecacatan dapat ditekan.
Karena itu, jangan menunggu hingga 24 jam hanya untuk memastikan apakah keluhan tersebut merupakan stroke atau TIA.
Faktor Risiko Stroke yang Perlu Dikendalikan
Beberapa faktor risiko stroke dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat. Faktor risiko yang dapat diubah meliputi:
- Hipertensi.
- Diabetes melitus.
- Kolesterol tinggi.
- Merokok.
- Penyakit jantung.
- Obesitas.
Selain itu, terdapat faktor yang tidak dapat diubah, seperti:
- Bertambahnya usia.
- Riwayat stroke dalam keluarga.
- Faktor genetik.
Mengendalikan faktor risiko sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya stroke.
Bagaimana Penyumbatan Pembuluh Darah Terjadi?
Stroke sumbatan umumnya terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang berlangsung secara bertahap.
Faktor risiko yang telah disebutkan di atas, dapat menyebabkan peradangan ringan namun bersifat kronik pada pembuluh darah. Peradangan tersebut akan memicu penumpukan plak yang akhirnya dapat mengganggu aliran darah.
Bagaimana Penanganan Stroke dan TIA?
Penanganan akan disesuaikan dengan jenis stroke dan waktu kedatangan pasien ke rumah sakit.
Penanganan TIA
Pasien TIA umumnya memerlukan evaluasi menyeluruh serta terapi obat, seperti obat antiplatelet atau pengencer darah sesuai indikasi dokter, untuk mengurangi risiko stroke di masa mendatang.
Penanganan Stroke Sumbatan
Apabila pasien datang dalam masa emas, dokter dapat memberikan terapi trombolisis melalui infus untuk melarutkan sumbatan. Pada pasien dengan sumbatan pembuluh darah besar, tindakan neurointervensi seperti mechanical thrombectomy atau pengambilan sumbatan melalui kateter dapat menjadi pilihan apabila tersedia indikasi dan fasilitas yang memadai.
Bagaimana Cara Mencegah Stroke?
Pencegahan stroke dimulai dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat diubah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengontrol Tekanan Darah: Pastikan tekanan darah tetap berada dalam batas normal melalui pemeriksaan rutin dan pengobatan bila diperlukan.
- Mengelola Diabetes: Menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dapat membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan.
- Menjaga Kadar Kolesterol: Pola makan sehat dan terapi sesuai anjuran dokter dapat membantu menurunkan risiko pembentukan plak.
- Menghindari Rokok: Berhenti merokok merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mengurangi risiko stroke.
- Menerapkan Pola Makan Sehat: Batasi konsumsi makanan tinggi gula, tepung olahan, serta gorengan yang mengandung lemak jenuh.
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Segera datang ke IGD apabila mengalami:
- Wajah mencong secara tiba-tiba.
- Lengan atau tungkai mendadak lemah.
- Bicara pelo atau sulit berbicara.
- Gangguan penglihatan mendadak.
- Kehilangan keseimbangan atau vertigo yang muncul tiba-tiba.
Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang permanen.
FAQ
Apakah stroke ringan sama dengan TIA?
Dalam masyarakat, TIA sering disebut sebagai stroke ringan. Kondisi ini memiliki gejala yang menyerupai stroke tetapi bersifat sementara.
Apakah TIA bisa sembuh sendiri?
Gejalanya memang dapat menghilang, tetapi TIA tetap membutuhkan evaluasi dokter karena dapat menjadi tanda awal stroke.
Berapa lama masa emas penanganan stroke?
Masa emas penanganan stroke sekitar 4,5 hingga 6 jam sejak gejala pertama muncul.
Apakah stroke dapat dicegah?
Ya. Sebagian besar faktor risiko stroke dapat dikendalikan melalui pola hidup sehat, pengobatan yang teratur, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Jangan Abaikan Gejala Stroke Ringan
Gejala yang membaik dalam hitungan menit atau jam bukan berarti kondisi tersebut aman. TIA merupakan peringatan penting bahwa risiko stroke dapat meningkat apabila tidak segera ditangani.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada stroke, segera datang ke rumah sakit tanpa menunggu gejala hilangnya.
Konsultasikan kondisi Anda dengan dr. Andika Surya Atmadja, Sp.N, FINA, AIFO-K dan tim neurologi RS Premier Jatinegara untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sedini mungkin.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


