+62 811-1300-9840
Trigger Finger: Jari Terkunci dan Nyeri, Apa Penyebabnya?
Oleh: dr. Aakash, M. Biomed, Sp.OT, Subsp. TLBM(K)

Pernah mengalami jari terasa kaku, sulit diluruskan, atau bahkan seperti “terkunci” saat ditekuk? Kondisi ini dikenal sebagai trigger finger. Meski terdengar sepele, trigger finger dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari menggenggam benda hingga mengetik.
Lalu, apa sebenarnya penyebab jari bisa terkunci? Apakah kondisi ini berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Trigger Finger?
Trigger finger atau dalam istilah medis disebut stenosing tenosynovitis adalah kondisi ketika jari tangan mengalami gangguan pada tendon (urat) sehingga sulit bergerak dengan normal. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu jari (thumb), jari tengah, dan jari manis.
Pada kondisi ini:
- Tendon mengalami peradangan atau penebalan
- Terjadi gesekan saat tendon bergerak dalam selubungnya
- Akibatnya, jari bisa terasa nyeri, kaku, hingga terkunci
Kenapa Jari Bisa “Terkunci”?
Normalnya, tendon bekerja seperti tali dan katrol yang menggerakkan jari dengan lancar. Namun pada trigger finger:
- Selubung tendon menyempit
- Tendon seperti tali dan katrol itu menjadi menebal atau meradang
- Pergerakan tendon menjadi tersendat
Saat jari ditekuk:
- Tendon bisa “tersangkut”
- Jari sulit kembali lurus
- Kadang perlu bantuan tangan lain untuk meluruskannya
Kondisi inilah yang menimbulkan sensasi seperti “terkunci” atau bunyi klik saat jari digerakkan.
Gejala Trigger Finger yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda umum trigger finger meliputi:
- Jari terasa kaku, terutama di pagi hari
- Nyeri saat menekuk atau meluruskan jari
- Bunyi klik atau “krek” saat jari digerakkan
- Jari terasa seperti mengunci dalam posisi tertentu
- Benjolan kecil di pangkal jari
- Dalam kondisi berat, jari bisa terkunci permanen.
Penyebab Trigger Finger
Trigger finger umumnya disebabkan oleh penggunaan tangan secara berulang atau berlebihan. Penyebab utamanya adalah aktivitas menggenggam kuat secara berulang (misalnya mengetik, memegang alat, atau mengangkat barang) dan gerakan tangan yang repetitif dalam jangka Panjang.
Fakto Risiko Trigger Finger
- Pekerja kantoran atau pengguna gadget intensif
- Pekerja manual (tukang, mekanik, dll)
- Usia 40–60 tahun namun, dapat terjadi juga di usia muda akibat gerakan overuse atau repetiti
- Penderita diabetes atau rheumatoid arthritis
- Wanita (lebih sering dibanding pria).
Apakah Trigger Finger Berbahaya?
Pada tahap awal, trigger finger mungkin hanya terasa tidak nyaman. Namun jika tidak ditangani, kondisi ini dapat:
- Membatasi pergerakan jari
- Mengganggu aktivitas sehari-hari
- Menyebabkan jari terkunci permanen
- Membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
Tips Mencegah Trigger Finger
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Hindari penggunaan tangan berlebihan tanpa jeda
- Lakukan peregangan jari secara rutin
- Gunakan posisi tangan yang ergonomis saat bekerja
- Istirahatkan tangan saat mulai terasa pegal
- Batasi penggunaan gadget dalam waktu lama.
Trigger finger adalah kondisi ketika jari terasa nyeri, kaku, dan dapat terkunci akibat gangguan pada tendon. Meski sering dianggap ringan, kondisi ini bisa memburuk jika tidak ditangani.
Dengan penanganan yang tepat, mulai dari terapi sederhana hingga tindakan medis, fungsi jari dapat kembali normal. Jika Anda mengalami gejala trigger finger, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ortopedi.
FAQ
Apakah trigger finger bisa sembuh tanpa operasi?
Ya, pada banyak kasus ringan, trigger finger dapat membaik dengan istirahat, obat, atau fisioterapi.
Berapa lama penyembuhan trigger finger?
Bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung tingkat keparahan dan penanganan.
Apakah trigger finger bisa kambuh?
Bisa, terutama jika faktor penyebab seperti aktivitas berulang tidak dikontrol.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
dr. Aakash, M. Biomed, Sp.OT. Subsp.TLBM(K)
Bedah Tulang dan Traumatologi Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


