+62 811-1300-9840
Diabetes & Jantung: Kenapa Risikonya Tinggi?
Oleh: dr. Novita Sitorus, Sp.JP(K), FIHA

Diabetes bukan hanya soal gula darah tinggi, dalam jangka panjang diabetes mempercepat kerusakan pembuluh darah di seluruh tubuh termasuk pembuluh darah jantung, otak, dan ginjal. Itu sebabnya, banyak pasien serangan jantung atau stroke ternyata juga punya riwayat diabetes, atau gula tinggi yang sudah lama. Berita baiknya, risiko ini bisa ditekan bila DM dikelola dengan baik: skrining jantung teratur, obat yang melindungi jantung dan ginjal, serta pola hidup sehat yang konsisten.
Mengapa Risiko Jantung pada Pasien Diabetes Lebih Tinggi?
Pada pasien diabetes, kadar gula yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan:
- Kerusakan dinding pembuluh darah
- Penumpukan lemak di pembuluh darah lebih cepat dibanding orang tanpa diabetes.
- Gangguan profil lemak
- Kerusakan saraf
Hasilnya: risiko untuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan gagal jantung menjadi berlipat ganda dibanding orang tanpa DM, terutama bila disertai faktor lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Skrining Jantung yang Perlu Dipertimbangkan
Bagi pasien dengan diabetes terutama yang sudah lama dan atau disertai faktor risiko lain dokter sering menganjurkan skrining jantung untuk mendeteksi masalah lebih awal. Beberapa bentuk skrining yang umum:
- Wawancara dan pemeriksaan fisik
Menilai gejala: nyeri dada, sesak, cepat lelah, berdebar, bengkak kaki.
Mengukur tekanan darah, nadi, berat badan, lingkar perut. - Elektrokardiogram (EKG)
Memeriksa aktivitas listrik jantung, mencari tanda-tanda kurang aliran darah atau gangguan irama. - Ekokardiografi (USG jantung)
Menilai struktur dan fungsi pompa jantung, katup, dan tekanan di dalam jantung. - Tes lain sesuai indikasi
Misalnya uji latih jantung (treadmill), CT-scan koroner, atau kateterisasi jantung bila dicurigai ada penyempitan bermakna.
Tujuannya menemukan masalah sebelum muncul serangan jantung atau gagal jantung berat, sehingga rencana terapi bisa disusun lebih dini.
Obat Protektif: Bukan Hanya Obat Gula
Penatalaksanaan DM yang baik bukan hanya menurunkan gula darah, tetapi juga melindungi jantung dan ginjal, dokter mempertimbangkan:
- Obat penurun gula darah yang punya manfaat jantung/ ginjal
- Obat tekanan darah
- Obat penurun kolesterol
- Obat pengencer darah
Gaya Hidup: Fondasi Pengendalian DM & Proteksi Jantung
Tanpa gaya hidup yang sehat, obat saja sering tidak cukup, poin penting yang perlu diperhatikan:
- Pola makan:
- Atur porsi karbohidrat agar tidak berlebihan; pilih karbohidrat kompleks bila memungkinkan
- Kurangi makanan manis
- Batasi gorengan, lemak jenuh, dan makanan cepat saji untuk membantu kontrol kolesterol dan berat badan.
- Perbanyak sayur dan buah sesuai anjuran dokter/gizi
- Aktivitas fisik:
- Target umum: 150 menit per minggu aktivitas aerobik intensitas ringan sampai sedang seperti jalan cepat dan bersepeda santai
- Mulai pelan-pelan, sesuai kemampuan dan kondisi jantung
- Berat badan & lingkar perut:
- Menurunkan berat badan berlebih dapat memperbaiki gula darah, tekanan darah, dan lemak darah sekaligus.
- Berhenti merokok:
- Merokok + diabetes = kombinasi yang sangat berbahaya bagi pembuluh darah.
- Tidur & kontrol stres:
- Usahakan tidur cukup dan mengelola stres karena stres kronis bisa memperburuk gula darah dan tekanan darah.
Mengelola diabetes berarti juga melindungi jantung. Semakin dini langkah pencegahan dilakukan, semakin besar peluang untuk hidup lebih sehat, aktif, dan bebas komplikasi di masa depan.
FAQ
- Saya baru tahu punya DM, apakah pasti akan kena penyakit jantung?
Tidak pasti, tetapi risikonya lebih tinggi. Dengan kontrol gula, tekanan darah, kolesterol, dan gaya hidup sehat yang baik, risiko dapat diturunkan secara signifikan. - Perlu tidak skrining jantung rutin kalau saya punya DM tapi tidak ada keluhan?
Sering kali perlu dipertimbangkan, apalagi bila Anda sudah lama DM atau punya faktor risiko lain (merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, riwayat keluarga). Jenis dan frekuensi skrining akan diputuskan oleh dokter. - Obat DM saya sudah banyak, kenapa masih harus ditambah obat kolesterol atau tekanan darah?
Karena tujuan terapi bukan hanya menurunkan gula, tapi melindungi pembuluh darah. Obat kolesterol dan tekanan darah yang tepat dapat sangat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada pasien DM. - Kalau gula sudah “normal”, boleh stop obat DM?
Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Gula darah yang tampak baik sering merupakan hasil kombinasi obat + pola hidup. Bila akan mengurangi obat, dokter akan melakukannya perlahan sambil memantau. Apakah semua pasien DM harus diet sangat ketat?
Diet DM tidak harus menyiksa. Intinya adalah mengatur jenis dan porsi makanan, bukan tidak boleh makan apa pun. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menyusun pola makan yang realistis dan cocok dengan kebiasaan Anda.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
| Loading data... |
|---|


