Stres dan Kurang Tidur di Tengah Aktivitas Ibadah, Ini Dampaknya pada Tekanan Darah

27 Februari 2026 3 min read

Oleh: dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA

Saat momen ibadah, persiapan acara, dan silaturahmi, aktivitas sering kali meningkat tajam. Waktu tidur berkurang, pola makan menjadi tidak teratur, konsumsi kopi bertambah, dan emosi pun lebih mudah terpancing. Tak heran jika banyak orang mulai mengeluh kepala terasa berat atau jantung berdebar.

Masalahnya tekanan darah tinggi sering nggak menimbulkan gejala. Jadi penting banget tahu apa pemicunya, cara cek yang benar, dan kapan harus segera cari pertolongan.

Kenapa Tekanan Darah Bisa Naik Saat Aktivitas Padat?

Beberapa pemicu paling sering:

  • Kurang tidur: Badan mode stres terus
  • Stres & emosi: Kejar waktu, macet, tuntutan acara, dll.
  • Makanan tinggi garam: Olahan, kuah asin, kerupuk, snack
  • Kopi/teh kental & minuman manis: Pada sebagian orang memicu berdebar
  • Kurang minum: Dehidrasi bisa bikin pusing, tubuh terasa nggak enak
  • Lupa minum obat rutin: Pada penderita hipertensi

Catatan penting: Menurut WHO, hipertensi adalah tekanan darah ≥140/90 mmHg, dan banyak orang tidak merasakan gejala apa pun.

Gejala yang Sering Disangka “Capek Biasa”

Sebagian orang merasakan:

  • Kepala terasa berat / pusing
  • Tengkuk pegal
  • Jantung berdebar
  • Mudah lelah
  • Pandangan agak berkunang

Tapi ingat gejala seperti di atas tidak selalu berarti hipertensi, dan hipertensi juga bisa terjadi tanpa gejala. Cara paling aman: ukur tensi dengan benar.

Cara Ukur Tekanan Darah yang Benar Di Rumah Agar Tidak “False Alarm”

Ikuti langkah sederhana ini:

  • Duduk tenang 5 menit, jangan ngobrol dulu
  • Punggung bersandar, kaki menapak lantai
  • Manset di lengan telanjang, pas ukurannya
  • Posisi lengan sejajar dada/heart level dan disangga
  • Jangan bicara/scroll HP saat pengukuran

Tips praktis: lakukan 2 kali pengukuran dengan jeda 1 menit, lalu catat hasilnya.

Pertolongan Aman Saat Tensi Terasa Naik Tanpa Panik

Kalau kamu merasa “nggak enak badan” dan curiga tensi naik:

  • Berhenti dulu, duduk tenang 5–10 menit
  • Ukur ulang dengan posisi yang benar
  • Minum air putih, terutama kalau seharian kurang minum
  • Hindari dulu pemicu: kopi, rokok, minuman energi, makanan asin
  • Kalau kamu punya obat hipertensi rutin, minum sesuai jadwal resep — jangan dobel dosis sendiri

Cara Mencegah Tensi Naik Saat Jadwal Padat

Lakukan setiap 3 menit/hari:

  • Tidur ditargetkan tetap cukup (kalau tidak bisa lama, usahakan konsisten jamnya)
  • Garam dan snack asin “dikencengin remnya”
  • Kopi cukup 1 gelas, jangan ditumpuk saat kurang tidur
  • Sisipkan jalan 10 menit setelah acara
  • Pasang alarm obat (buat yang rutin konsumsi)

FAQ

Hipertensi itu mulai dari tensi berapa?
WHO menyebut hipertensi adalah tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih.

Kalau tensi tinggi tapi tidak ada gejala, harus bagaimana?
Ulangi pengukuran dengan teknik yang benar dan konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk evaluasi lanjutan, karena hipertensi bisa tanpa gejala.

Kapan tensi tinggi jadi gawat darurat?
Bila ≥180/120 disertai gejala seperti nyeri dada, sesak, atau tanda stroke, perlu pertolongan darurat segera.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA
Jantung dan Pembuluh Darah Lihat jadwal
Loading data...