Pemeriksaan EKG: Apa yang Dilihat Dokter?

08 Desember 2025 4 min read

Oleh: dr. Novita Sitorus, Sp.JP

Tes EKG

EKG: Persiapan, Proses, & Arti Hasil 

Elektrokardiogram (EKG) adalah pemeriksaan cepat, non-invasif, dan tanpa rasa sakit untuk melihat aktivitas listrik jantung. Dengan menempelkan beberapa elektroda di dada, lengan, dan kaki, dokter bisa menilai irama jantung, detak jantung, dan tanda-tanda awal gangguan aliran darah ke jantung. 
Meski terlihat sederhana dan hanya butuh beberapa menit, EKG sering menjadi langkah awal penting dalam menilai nyeri dada, berdebar, pusing/pingsan, atau memantau pasien dengan risiko penyakit jantung. 

Kapan EKG Perlu Dilakukan? 

Dokter dapat menyarankan EKG dalam situasi-situasi berikut: 

  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada (termasuk yang mirip maag/ulu hati).
  • Berdebar-debar, jantung terasa “loncat”, terlalu cepat, atau tidak teratur.
  • Pusing, hampir pingsan, atau pingsan tanpa sebab yang jelas.
  • Sesak napas yang tidak biasa atau mudah lelah saat aktivitas ringan.
  • Skrining dan pemantauan:
    • Pada pasien dengan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau perokok berat.
    • Sebelum operasi (pre-operatif) tertentu.
    • Untuk memantau efek obat-obatan yang memengaruhi jantung.
  • Kontrol berkala pada pasien dengan riwayat penyakit jantung, pasca serangan jantung, atau setelah pemasangan stent/bypass. 

EKG sering menjadi pemeriksaan “first line” untuk memutuskan apakah perlu pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi, uji latih jantung, atau pemeriksaan lain. 

Proses Pemeriksaan EKG: Cepat & Tanpa Nyeri 

Secara garis besar, alurnya seperti ini: 

A. Persiapan singkat 

  1. Anda akan diminta berbaring di tempat tidur pemeriksaan.
  2. Petugas mungkin meminta Anda melepas aksesoris logam di leher/pergelangan dan membuka baju bagian atas (akan disediakan selimut/penutup).
  3. Kulit di dada, lengan, dan pergelangan kaki mungkin dibersihkan atau diberi gel agar elektroda menempel baik. 

B. Pemasangan elektrod

  1. Beberapa kabel kecil dengan elektroda ditempelkan di dada, lengan, dan kaki.
  2. Tidak ada listrik “dimasukkan” ke tubuh; alat hanya merekam aktivitas listrik jantung. 

C. Rekaman EKG 

  1. Anda diminta diam dan bernapas normal selama beberapa detik.
  2. Mesin EKG akan mencetak rekaman berupa garis-garis gelombang di kertas atau layar.
  3. Total waktu pemasangan hingga selesai biasanya hanya sekitar 5–10 menit, tergantung kondisi. 

D. Setelah pemeriksaan 

  1. Elektroda dilepas, kulit dibersihkan, dan Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa (kecuali ada keluhan yang perlu penanganan di IGD/rawat inap). 
     

Apa yang Dilihat Dokter dari EKG? 

Dari rekaman EKG, dokter menilai beberapa hal penting: 

A. Irama jantung 

  1. Apakah irama berasal dari nodus sinus (irama normal) atau dari sumber lain.
  2. Ada tidaknya aritmia: misalnya fibrilasi atrium, takikardia, bradikardia, ekstra beat (PVC/PAC), dll. 

B. Frekuensi & keteraturan detak 

  1. Apakah jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. 

C.    Gangguan hantaran listrik 

  1. Adanya blok (blok AV, blok cabang berkas) yang menunjukkan gangguan pada sistem penghantar listrik jantung. 

D. Tanda-tanda iskemia atau infark (kurang aliran darah) yang kasar 

Perubahan tertentu pada segmen ST dan gelombang T bisa mengarah ke iskemia (kurang oksigen) atau infark (kerusakan otot jantung).

  1. Ini sangat penting pada kasus nyeri dada akut. 

E. Pembesaran ruang jantung & kondisi lain 

  1. Pola tertentu dapat mengarah ke pembesaran ruang jantung (atrial/ventrikel) atau gangguan elektrolit.
  2. Kadang terlihat efek samping obat tertentu terhadap jantung. 

Seringkali dokter juga akan membandingkan EKG baru dengan EKG lama bila tersedia, untuk melihat apakah ada perubahan baru. 

Batasan EKG: Kapan Perlu Pemeriksaan Lanjutan? 

Walaupun sangat berguna, EKG punya batasan: 

EKG normal tidak selalu berarti jantung 100% sehat. 

  • Beberapa gangguan aliran darah atau aritmia bisa bersifat intermiten (hilang-timbul) dan tidak muncul pada saat rekaman.
  • Kelainan ringan atau sangat dini kadang belum jelas pada EKG istirahat biasa. 

EKG adalah “foto singkat” kondisi listrik jantung pada satu waktu tertentu. 

  • Untuk melihat respon jantung terhadap aktivitas, kadang diperlukan uji latih jantung (treadmill).
  • Untuk menilai struktur dan fungsi pompa jantung, diperlukan ekokardiografi (USG jantung).
  • Untuk melihat pembuluh darah koroner secara lebih detail, bisa diperlukan CT-scan koroner atau kateterisasi jantung. 

Karena itu, EKG hampir selalu dinilai dalam konteks keluhan, pemeriksaan fisik, dan faktor risiko. Bila hasil dan gejala tidak selaras, dokter akan mempertimbangkan pemeriksaan tambahan.


QnA: Pertanyaan Umum tentang EKG

1. Apakah EKG sakit atau berbahaya? 

Tidak. EKG tidak sakit, tidak menggunakan radiasi, dan tidak memasukkan listrik ke tubuh. Elektroda hanya merekam aktivitas listrik alami jantung. 

2. Berapa lama hasil EKG bisa diketahui? 

Rekaman EKG muncul dalam hitungan detik, dan dokter bisa memberikan interpretasi awal relatif cepat. Pada kasus kompleks, EKG bisa juga ditinjau ulang oleh dokter jantung. 

3. Kalau EKG saya normal, kenapa dokter masih menyarankan pemeriksaan lain? 

Karena keluhan dan faktor risiko juga penting. Jika gejala kuat mengarah ke masalah jantung, dokter mungkin tetap perlu memeriksa lebih jauh walau EKG istirahat tampak normal. 

4. Apakah EKG perlu dilakukan rutin, misalnya setiap tahun? 

Tidak semua orang butuh EKG rutin tahunan. Namun, pada pasien dengan faktor risiko (hipertensi, DM, kolesterol tinggi) atau yang sudah punya riwayat penyakit jantung, dokter bisa menyarankan EKG berkala sebagai bagian dari pemantauan. 

5. Apakah saya perlu puasa sebelum EKG? 

Untuk EKG biasa (istirahat), tidak perlu puasa khusus. Namun, bila ada rencana pemeriksaan lain bersamaan (misalnya tes darah, uji latih jantung), petugas akan menjelaskan persiapan tambahan. 
 


Bila Anda mengalami nyeri dada, berdebar, pusing/pingsan, atau memiliki faktor risiko jantung dan ingin melakukan evaluasi awal, Anda dapat melakukan booking pemeriksaan EKG di RS Premier Jatinegara. 
Tim kami akan membantu: 

  • Menjadwalkan EKG sesuai waktu yang nyaman,
  • Menghubungkan hasil EKG Anda dengan konsultasi dokter jantung bila diperlukan,
  • Menyusun rencana pemeriksaan lanjutan secara bertahap bila diperlukan. 
Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

dr. Novita Sitorus, Sp.JP(K)
Jantung dan Pembuluh Darah Lihat jadwal
Loading data...