Aritmia: Kenali Gangguan Irama Jantung, Gejala, dan Cara Penanganannya

12 Agustus 2026 4 min read

Oleh: Dr. dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA

grafik EKG

Jantung yang sehat berdetak secara teratur untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, pada beberapa kondisi, irama jantung dapat menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Kondisi ini dikenal sebagai aritmia. Banyak orang menganggap jantung berdebar hanyalah akibat kelelahan atau stres.

Padahal, pada beberapa kasus, aritmia dapat menjadi tanda adanya gangguan jantung yang serius dan berisiko menyebabkan komplikasi seperti stroke hingga kematian mendadak. Mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah gangguan irama jantung, yaitu kondisi ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
Gangguan ini terjadi karena adanya masalah pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur denyut jantung. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Apa Penyebab Aritmia?

Aritmia dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis maupun faktor gaya hidup. Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Kelainan katup jantung.
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Gangguan elektrolit.
  • Gangguan metabolik.
  • Konsumsi kafein secara berlebihan.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Pola makan yang tidak sehat.

Mengetahui penyebab aritmia sangat penting karena akan menentukan jenis penanganan yang diberikan.

Apa Saja Gejala Aritmia?

Gejala aritmia dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan tingkat keparahan gangguan irama jantung. Beberapa gejala yang sering muncul meliputi:

  • Jantung berdebar-debar.
  • Detak jantung terasa tidak teratur.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
  • Sesak napas.
  • Pusing.
  • Pingsan atau hampir pingsan.

Pada sebagian kasus, aritmia bahkan dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan kesehatan tetap diperlukan, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko.

Mengapa Aritmia Tidak Boleh Diabaikan?

Aritmia bukan sekadar keluhan jantung berdebar. Apabila tidak ditangani dengan baik, gangguan irama jantung dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Stroke akibat terbentuknya bekuan darah.
  • Penurunan fungsi jantung.
  • Gagal jantung.
  • Henti jantung.
  • Kematian mendadak.

Karena itu, setiap keluhan yang mengarah pada gangguan irama jantung sebaiknya segera dievaluasi oleh dokter.

Bagaimana Cara Mengenali Aritmia Secara Mandiri?

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa denyut nadisendiri. Anda dapat meraba denyut nadi pada pergelangan tangan atau leher, kemudian menghitung jumlah denyut selama satu menit.

Pada orang dewasa, denyut nadi normal saat istirahat umumnya berkisar antara 60– 100 kali per menit.Apabila denyut terasa sangat cepat, sangat lambat, atau tidak beraturan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung.

Bagaimana Aritmia Didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG)
    EKG digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung sehingga dapat diketahui jenis gangguan irama yang terjadi.
  • Pemeriksaan Tekanan Darah dan Hemodinamik
    Pemeriksaan ini bertujuan menilai kondisi sirkulasi darah dan kestabilan pasien. Bila diperlukan, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan sesuaikondisi pasien.

Bagaimana Penanganan Aritmia?

Penanganan aritmia disesuaikan dengan penyebab, jenis gangguan irama, dan kondisi pasien. Beberapa pilihan terapi antara lain:

  • Terapi Obat
    Obat-obatan diberikan untuk membantu mengontrol irama jantung atau mencegah komplikasi sesuai indikasi medis.
  • Kejut Jantung (Kardioversi)
    Pada jenis aritmia tertentu, dokter dapat melakukan tindakan kejut jantung untuk mengembalikan irama jantung menjadi normal.
  • Pemasangan Alat Pacu Jantung
    Pada pasien dengan denyut jantung yang terlalu lambat atau gangguan konduksi tertentu, pemasangan alat pacu jantung dapat menjadi pilihan terapi. Seluruh tindakan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi dokter spesialis jantung.

Bagaimana Cara Mencegah Aritmia?

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, risiko aritmia dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Membatasi konsumsi kafein.
  • Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
  • Menghindari kebiasaan merokok.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Jantung berdebar tanpa sebab yang jelas.
  • Denyut jantung terasa sangat cepat, lambat, atau tidak beraturan.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Pusing hingga pingsan.

Semakin cepat aritmia terdiagnosis, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

FAQ

Apakah aritmia selalu berbahaya?
Tidak semua aritmia berbahaya. Namun, beberapa jenis aritmia dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, hingga kematian mendadak sehingga tetap memerlukan evaluasi dokter.

Berapa denyut nadi normal pada orang dewasa?
Denyut nadi normal saat istirahat umumnya berkisar antara 60–100 kali per menit.

Apakah jantung berdebar selalu berarti aritmia?
Belum tentu. Jantung berdebar dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah aritmia dapat diobati?
Ya. Penanganan aritmia dapat berupa perubahan gaya hidup, obat-obatan, tindakan medis, maupun pemasangan alat pacu jantung, tergantung pada jenis dan penyebabnya.

Jangan Abaikan Irama Jantung yang Tidak Normal

Gangguan irama jantung dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem kelistrikan jantung yang memerlukan penanganan segera. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan ke dokter dapat membantu mencegah komplikasi yang serius.

Jika Anda mengalami keluhan jantung berdebar, denyut jantung tidak teratur, atau gejala lain yang mengarah pada aritmia, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dr. dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA dan tim Jantung RS Premier Jatinegara untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

Hubungi Kami

Untuk informasi & buat janji temu Dokter

Dr. dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA
Jantung dan Pembuluh Darah Lihat jadwal
Loading data...