+62 811-1300-9840
Serangan Jantung Tidak Selalu Nyeri Dada, Kenali Gejala yang Sering Terlewat
Oleh: dr. Alya Roosrahima Khairunnisa

Banyak orang mengenali serangan jantung melalui gejala nyeri atau rasa tertekan di dada. Namun, pada sebagian orang, gangguan aliran darah ke jantung dapat muncul tanpa keluhan nyeri dada yang khas. Keluhan yang muncul justru dapat berupa sesak napas, mual, keringat dingin, lemas mendadak, hingga rasa tidak nyaman pada rahang, leher, atau punggung.
Kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian, terutama pada seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Apa Itu Angina Equivalent?
Angina equivalent adalah tanda atau gejala iskemia miokard atau berkurangnya aliran darah ke otot jantung yang terjadi tanpa disertai nyeri dada tipikal. Meskipun tidak merasakan nyeri atau tekanan pada dada, mekanisme yang terjadi tetap berkaitan dengan ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen otot jantung dan suplai oksigen yang tersedia.
Pada beberapa kondisi, gejala dapat muncul atau semakin terasa ketika melakukan aktivitas maupun mengalami stres, kemudian berkurang saat beristirahat. Karena gejalanya tidak selalu khas, kondisi ini dapat lebih sulit dikenali.
Gejala Serangan Jantung Tidak Selalu Berupa Nyeri Dada. Beberapa keluhan dapat menjadi “topeng” dari gangguan aliran darah ke jantung. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sesak Napas
Sesak napas merupakan salah satu keluhan yang dapat menyertai gangguan pada jantung.
Keluhan dapat muncul ketika berjalan, naik tangga, atau melakukan aktivitas tertentu, kemudian membaik setelah beristirahat. Sesak napas yang muncul mendadak pada seseorang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan paru juga perlu dievaluasi lebih lanjut. - Mual atau Rasa Tidak Nyaman di Ulu Hati
Gangguan jantung terkadang dapat menimbulkan keluhan yang menyerupai masalah pencernaan, seperti mual, muntah, serta rasa tidak nyaman pada ulu hati.
Keluhan ini dapat menyerupai gastritis atau GERD. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah hubungan keluhan dengan aktivitas. Bila keluhan lebih sering timbul ketika berjalan cepat, naik tangga, atau melakukan aktivitas fisik, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya. - Keringat Dingin
Keringat dingin yang muncul tanpa penyebab yang jelas, terlebih bila disertai lemas, mual, sesak, atau rasa tidak nyaman pada tubuh, perlu mendapat perhatian.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan respons tubuh ketika fungsi jantung mengalami gangguan. - Lemas atau Kelelahan yang Tidak Biasa
Kelelahan akibat aktivitas sehari-hari tentu dapat terjadi. Namun, perubahan kemampuan fisik secara mendadak perlu diwaspadai.
Misalnya, seseorang yang biasanya mampu berjalan atau beraktivitas seperti biasa tiba-tiba merasa sangat lemas hanya dengan melakukan aktivitas ringan.
Keluhan kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, terutama pada seseorang dengan faktor risiko kardiovaskular, sebaiknya tidak diabaikan. - Pingsan atau Hampir Pingsan
Sinkop atau kehilangan kesadaran sementara serta presinkop atau sensasi seperti akan pingsan juga dapat menjadi salah satu gejala yang perlu dievaluasi, terutama bila terjadi secara tiba-tiba. - Nyeri pada Rahang, Leher, atau Punggung
Gangguan pada jantung tidak selalu menimbulkan keluhan tepat di area dada.
Pada sebagian orang, rasa tidak nyaman dapat dirasakan pada rahang, leher, bahu, atau punggung sebagai nyeri alih atau referred pain.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Gejala Tidak Khas?
Gejala serangan jantung tanpa nyeri dada dapat terjadi pada siapa saja, tetapi beberapa kelompok perlu memiliki kewaspadaan lebih tinggi.
- Lansia: Pada usia lanjut, respons tubuh terhadap rasa sakit dapat mengalami perubahan. Akibatnya, gangguan jantung yang serius terkadang hanya muncul sebagai lemas, sesak, kebingungan, atau penurunan kemampuan beraktivitas.
- Perempuan: Perempuan dapat mengalami gejala gangguan jantung yang tidak selalu sama dengan gambaran nyeri dada klasik. Keluhan seperti kelelahan, mual, atau sesak napas dapat menjadi gejala yang lebih menonjol.
- Penyandang Diabetes Melitus: Diabetes dalam jangka panjang dapat memengaruhi sistem saraf otonom. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam merasakan atau mengenali nyeri akibat gangguan pada jantung. Inilah salah satu alasan mengapa seseorang dengan diabetes dapat mengalami gangguan jantung serius tanpa merasakan nyeri dada yang khas.
- Penyakit Ginjal Kronik: Penyakit ginjal kronik juga berkaitan dengan risiko kardiovaskular yang lebih tinggi dan dapat disertai manifestasi gejala yang tidak khas.
- Memiliki Riwayat Penyakit Jantung Koroner: Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami penyakit jantung koroner, pemasangan stent, maupun operasi bypass jantung tetap perlu memperhatikan perubahan atau munculnya gejala baru.
Jangan Hanya Menunggu Nyeri Dada
Salah satu kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah menganggap seseorang tidak mengalami gangguan jantung hanya karena tidak merasakan nyeri dada.
Padahal, kombinasi beberapa gejala seperti sesak napas, mual, keringat dingin, lemas mendadak, atau penurunan kemampuan beraktivitas dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan, terutama bila seseorang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, usia lanjut, atau riwayat penyakit jantung. Karena itu, mengenali perubahan kondisi tubuh menjadi sangat penting.
Mengapa Pemeriksaan EKG Penting?
Elektrokardiogram atau EKG merupakan pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik jantung dan dapat membantu dokter melihat adanya perubahan yang mengarah pada gangguan aliran darah ke otot jantung.
Namun, hasil EKG awal yang tampak normal tidak selalu dapat sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan sindrom koroner akut.
Jika berdasarkan gejala dan faktor risiko masih terdapat kecurigaan terhadap gangguan jantung, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut, seperti EKG serial dan pemeriksaan penanda jantung seperti troponin, sesuai kondisi pasien.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Segera cari pertolongan medis apabila muncul keluhan secara mendadak seperti:
- sesak napas
- keringat dingin
- lemas yang tidak biasa
- mual atau muntah tanpa penyebab yang jelas
- pingsan atau hampir pingsan,
- rasa tidak nyaman pada dada, rahang, leher, bahu, atau punggung terutama bila memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Pada gangguan jantung akut, penanganan yang cepat sangat penting karena semakin lama aliran darah ke otot jantung terganggu, semakin besar risiko terjadinya kerusakan pada otot jantung.
Kenali Gejalanya, Jangan Tunggu Nyeri Dada
Serangan jantung tidak selalu datang dengan gambaran nyeri dada yang khas.
Pada sebagian orang, terutama lansia, perempuan, penyandang diabetes, penyakit ginjal kronik, serta seseorang dengan riwayat penyakit jantung, gejalanya dapat lebih samar.
Karena itu, jangan mengabaikan perubahan kondisi tubuh yang terjadi secara tiba-tiba. Pemeriksaan medis sejak dini membantu dokter menentukan penyebab keluhan dan penanganan yang sesuai.
F.A.Q (Frequently Asked Questions)
Apakah serangan jantung bisa terjadi tanpa nyeri dada?
Ya. Serangan jantung atau gangguan aliran darah ke jantung tidak selalu menimbulkan nyeri dada yang khas. Pada sebagian orang, gejala dapat berupa sesak napas, mual, keringat dingin, lemas mendadak, pingsan, atau rasa tidak nyaman pada rahang, leher, dan punggung.
Apa yang dimaksud dengan angina equivalent?
Angina equivalent adalah tanda atau gejala iskemia miokard yang muncul tanpa nyeri dada tipikal. Keluhannya dapat berupa sesak napas, mual, keringat dingin, kelelahan yang tidak biasa, atau gejala lain akibat berkurangnya suplai oksigen ke otot jantung.
Siapa yang lebih berisiko mengalami serangan jantung tanpa gejala nyeri dada?
Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain lansia, perempuan, penyandang diabetes melitus, penderita penyakit ginjal kronik, serta seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner.
Apakah mual dan keringat dingin bisa menjadi tanda gangguan jantung?
Bisa. Mual, muntah, atau keringat dingin tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu gejala gangguan pada jantung, terutama jika muncul bersamaan dengan sesak, lemas mendadak, atau terjadi pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular.
Apakah hasil EKG normal berarti jantung pasti tidak bermasalah?
Tidak selalu. EKG awal yang tampak normal belum tentu sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan sindrom koroner akut. Jika dokter masih mencurigai adanya gangguan jantung berdasarkan gejala dan faktor risiko, pemeriksaan lanjutan seperti EKG serial dan pemeriksaan troponin dapat diperlukan.
Kapan harus segera mencari pertolongan medis?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas mendadak, keringat dingin, lemas berat, mual atau muntah tanpa penyebab yang jelas, pingsan atau hampir pingsan, maupun rasa tidak nyaman pada dada, rahang, leher, bahu, atau punggung, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung.
Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada gangguan jantung atau memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter di RS Premier Jatinegara.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter


