+62 811-1300-9840
Penyakit Jantung Koroner: Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya
Oleh: Dr. dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA

Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Sayangnya, banyak orang baru menyadari dirinya mengalami penyakit ini setelah muncul keluhan yang berat, bahkan hingga serangan jantung.
Padahal, sebagian besar faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dikenali dan dikendalikan sejak dini. Dengan memahami penyebab, gejala, serta langkah pencegahannya, risiko terjadinya komplikasi yang mengancam jiwa dapat diminimalkan.
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah yang bertugas memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyebab utamanya adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lainnya pada dinding pembuluh darah. Seiring waktu, plak akan semakin menumpuk sehingga aliran darah menuju otot jantung menjadi
berkurang. Jika penyumbatan semakin berat atau terjadi secara mendadak, suplai oksigen ke otot jantung akan terganggu dan dapat menyebabkan serangan jantung.
Apa Saja Gejala Penyakit Jantung Koroner?
Gejala penyakit jantung koroner dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan penyumbatan. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri dada yang terasa seperti tertindih, terbakar, atau tertusuk.
- Nyeri yang menjalar ke leher, bahu, lengan, rahang, atau punggung.
- Sesak napas saat beraktivitas.
- Keringat dingin.
- Mual dan muntah.
- Rasa tidak nyaman di dada saat menaiki tangga, berjalan jauh, atau mengalami stres emosional.
Pada kondisi yang lebih berat, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan henti jantung mendadak atau serangan jantung akut.
Mengapa Penyakit Jantung Koroner Terjadi?
Penyumbatan pembuluh darah jantung terjadi akibat proses aterosklerosis yang berlangsung secara perlahan selama bertahun-tahun.
Plak yang menumpuk pada dinding pembuluh darah menyebabkan saluran menjadi semakin sempit sehingga aliran darah ke jantung berkurang.
Apabila plak pecah, dapat terbentuk bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah secara total dan memicu serangan jantung.
Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
Bertambahnya usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Faktor Risiko yang Dapat Dikendalikan
Hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, serta kelebihan berat badan atau obesitas.
Mengendalikan faktor-faktor tersebut merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
Apakah Penyakit Jantung Koroner Bisa Sembuh?
Penyakit jantung koroner merupakan penyakit kronis. Artinya, tujuan utama pengobatan bukan untuk menghilangkan penyakit sepenuhnya, melainkan mengendalikan kondisi agar tidak semakin berat dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi.
Dengan pengobatan yang tepat sesuai rekomendasi dokter, perkembangan plak aterosklerosis dapat diperlambat, bahkan pada beberapa kondisi volumenya dapat berkurang.
Bagaimana Penanganan Penyakit Jantung Koroner?
Penanganan penyakit jantung koroner disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan antara lain:
Terapi Obat
Dokter akan memberikan obat-obatan berbasis bukti ilmiah untuk membantu mengontrol faktor risiko, mengurangi gejala, serta mencegah komplikasi.
Intervensi Koroner Perkutan
Apabila ditemukan penyempitan pembuluh darah yang signifikan, tindakan pemasangan balon atau stent melalui kateter dapat dilakukan untuk memperbaiki aliran darah ke jantung.
Bedah Pintas Arteri Koroner (CABG)
Pada kasus penyumbatan yang berat atau melibatkan banyak pembuluh darah, dokter dapat merekomendasikan tindakan bedah pintas arteri koroner (Coronary Artery Bypass Grafting atau CABG).
Pemilihan terapi akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi klinis masing-masing pasien.
Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner?
Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah melalui prinsip
CERDIK
C – Cek Kesehatan Secara Berkala
Lakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin.
E – Enyahkan Asap Rokok
Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
R – Rajin Beraktivitas Fisik
Lakukan olahraga secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
D – Diet Sehat
Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, dan batasi makanan tinggi lemak jenuh, gula, serta garam.
I – Istirahat yang Cukup
Tidur yang cukup membantu menjaga kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
K – Kelola Stres
Mengelola stres dengan baik dapat membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:
- Nyeri dada yang muncul saat aktivitas maupun saat istirahat.
- Sesak napas tanpa penyebab yang jelas.
- Nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau rahang.
- Memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.
- Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi penyakit jantung koroner sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
FAQ
Apakah penyakit jantung koroner bisa disembuhkan?
Penyakit jantung koroner merupakan penyakit kronis yang dapat dikendalikan dengan pengobatan, perubahan gaya hidup, dan kontrol rutin sesuai anjuran dokter.
Apakah semua pasien harus menjalani operasi?
Tidak. Penanganan disesuaikan dengan tingkat penyumbatan dan kondisi pasien. Sebagian pasien cukup dengan obat-obatan, sementara sebagian lainnya memerlukan pemasangan stent atau operasi bypass.
Siapa yang paling berisiko terkena penyakit jantung koroner?
Risiko lebih tinggi pada individu yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Bagaimana cara terbaik mencegah penyakit jantung koroner?
Menerapkan pola hidup sehat, mengendalikan faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah terbaik untuk mencegah penyakit jantung koroner.
Jaga Kesehatan Jantung Sejak Dini
Penyakit jantung koroner dapat dicegah dan dikendalikan apabila faktor risikonya dikenali sejak awal. Menjalani pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, dan segera berkonsultasi apabila muncul keluhan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Jika Anda memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit jantung koroner, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dr. dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA dan tim Jantung RS Premier Jatinegara untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Hubungi Kami
Untuk informasi & buat janji temu Dokter
Dr. dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani, Sp.JP, FIHA
Jantung dan Pembuluh Darah Lihat jadwal| Loading data... |
|---|


